Konsultasi Kesehatan

APAKAH SAYA SUDAH MENOPAUSE?

Assalamu’alaikum. Dok, umur saya 38 tahun, saya menjanda hampir 11 tahun, kenapa (ma’af) saya sudah tidak menstruasi lagi apakah saya sudah menopause?. 08133662xxxx

Jawab:

Wa’alaikum salam. Tidak adanya menstruasi, pada kaum wanita yang masih berumur 38 tahun memang bisa dikarenakan dua kemungkinan, bisa karena memang sudah berhenti haid atau menopause atau memang telat bulanan. Kalau menopause terjadi pada umur 38 tahun berarti bisa disebut sebagai menopause dini. Kalau memang tidak adanya menstruasi itu karena telat/ terlambat bisa disebabkan berbagai macam hal, mulai dari adanya penyakit atau kelainan pada reproduksi wanita seperti tumor, radang. dan lain-lain. Juga bisa karena gangguan hormon akibat dari gangguan pikiran kelelahan ataupun obat-obatan. Selama tidak ada keluhan yang lain maka Insya Allah keluhan tersebut tidak serius atau tidak berbahaya.

SETIAP DATANG BULAN PERUT SELALU SAKIT SAMPAI DENGAN PINGSAN

Assalamu’alaikum. Dok saya ibu rumah tangga punya 2 anak, setiap datang bulan perut saya selalu sakit, muntah-muntah terus pernah sampai dengan pingsan, bagaimana solusinya dok, matur nuwun. 03415485xxx

Jawab:

Wa’alaikum salam. Perlu diketahui dulu kapan anda mengalami keluhan sakit perut dan muntah-muntah bahkan pingsan waktu haid. Bila keluhan tersebut diderita semenjak gadis berarti keluhan tersebut merupakan keluhan bawaan yang kemungkinan besar berasal dari gangguan alat-alat reproduksi, akan tetapi bila keluhan tersebut timbul akhir-akhir ini maka kemungkinan besar hal itu disebabkan oleh gangguan yang juga baru saja terjadi seperti Tumor.

MINUM PIL KB MALAH HAMIL?

Assalamu’alaikum. Dok, saya sudah cukup lama menikah, belum juga punya momongan. Padahal sudah berobat kemana-mana, tapi belum berhasil. Banyak yang menyarankan supaya minum pil KB dengan aturan tiga hari minum satu hari tidak begitu seterusnya, maka akan cepat hamil. Benarkah itu Dok? Karena terbukti teman saya sudah lama minum pil KB supaya tidak hamil. Tapi tanpa sengaja dia lupa 1 kali tidak minum malah dia hamil. Bagaimana menurut dokter dengan saran tersebut ? vitamin E apakah bisa menyuburkan kandungan? Trima kasih. Wassalam. 08523403xxxx

Jawab:

Wa’alaikum salam. Antara kasus anda dengan teman anda sangat berbeda, teman anda adalah termasuk kategori wanita yang subur dengan terbukti sudah punya anak sebelumnya. Memang kelemahan KB dengan pil adalah bila telat sehari saja maka akan terjadi kehamilan terutama bila tepat hari subur, akan tetapi hal ini tidak banyak terjadi. Apabila pil KB tersebut dipakai untuk usaha menyuburkan kandungan terutama bagi yang belum punya anak sama sekali maka itu tidak benar, malah yang akan terjadi menghambat kesuburan. Masalah vitamin E bukanlah menambah kesuburan akan tetapi bisa menambah mutu, daya gerak atau rutinitas dan kekuatan sel telur dan sperma ini hanya untuk pasangan yang benar-benar produktif (tidak mandul).

PUNYA PENYAKIT SESAK NAFAS

Assalamu’alaikum. Dokter yang terhormat, saya mau tanya. Saya punya penyakit sesak nafas, tiap kumat saya minum obat Salbutamol, 2 mg. Apa tidak berbahaya kalau saya minum obat tadi. Saya minum tidak setiap hari. Terima kasih. 08033421xxxx

Jawab:

Wa’alaikum salam. Kalau obat tersebut diminum bila kambuh saja tidak apa-apa bahkan ada juga orang yang sudah tergantung obat artinya bila tidak minum obat, orang tersebut justru sakit. Keadaan seperti ini tidaklah berbahaya bahkan akan lebih berbahaya bagi orang yang kumat sesaknya sesaknya tidak diberi obat sampai parah sehingga akan bertambah parah. Namun demikian namanya obat pasti akan diproses di dalam hati dan ginjal. Oleh karena itu bagi orang yang punya kelainan liver atau ginjal dianjurkan mempertimbangkan untuk minum-minuman obat tersebut. Dan bagi seseorang yang mengkonsumsi obat-obat tersebut dalam waktu lama diharapkan rajin untuk memeriksakan diri ke dokter.

Tips & Info Sehat

Enam Cara Tahan Nafsu Makan

Kita cenderung menyamakan nafsu makan seperti indikator bahan bakar di dashboard mobil kita.

Indikator yang menunjukkan kalau bahan bakar sudah menipis sehingga kita harus berhenti untuk mengisinya lagi. Lebih baik sebelumnya kita bahas dulu tentang mekanisme terjadinya ‘lapar’ yang mana berbeda dari ‘nafsu makan’.
‘Lapar’ adalah rangsangan biologis untuk memastikan anda cukup makan, sedangkan para peneliti mengatakan bahwa nafsu makan lebih ke arah pilihan yang kita buat berdasarkan keinginan yang lebih dikendalikan.
Nafsu makan adalah suatu kumpulan yang komplek dari reaksi kimia tubuh, kebiasaan, perilaku sosial dan kondisi psikis yang begitu terkenal susah dikendalikan.
Tetapi bukan berarti tidak mungkin untuk menahannya, khususnya setelah para ilmuwan dan ahli terapi meneliti secara khusus kekuatan dari nafsu makan dan bagaimana menguranginya.
Berikut beberapa tips kunci untuk memonitor dan mengurangi nafsu makan anda:
- Tanya diri anda kenapa
Untuk kebanyakan orang, makanan bukanlah menjadi alasan untuk menaikkan bobot tubuh tapi lebih ke arah hanya sekedar di antara menguyah dan menyamil. Para ahli menekankan tipe makan seperti ini tidak berhubungan dengan rasa lapar. Berlaku pula pada saat bosan atau stres atau rutinitas sehari-hari. Ada satu penangkal yang sederhana: tanya diri anda sendiri secara jujur, untuk apa anda memasukkan makanan dalam mulut. Jika rasa lapar bukan alasan utamanya, segera hentikan.
- Cari alternatif lain
Jika banyak makan itu akibat bosan, stres dan rutinitas. Apa yang harus dilakukan ketika bosan, stres atau butuh suatu rutinitas? Jawabannya mudah: jalan-jalan, nyalakan musik, telpon teman anda, baca majalah favorit. Apa saja yang memberi anda kesenangan dan relaksasi. Jika anda bisa menciptakan satu rutinitas baru untuk menghadapi hari demi hari tetapi tanpa melibatkan makanan, ini sudah merupakan suatu langkah tepat untuk mengurangi berat badan.
- Nyalakan lampu
Ketika anda masuk dalam dapur di malam hari, nyalakan semua lampu yang ada. Irvine, seorang peneliti dari “University of California” mengatakan anda akan merasa berada dalam sorotan kalau diterangi banyak lampu. Perasaan berada dalam sorotan ini membuat anda punya kesadaran tambahan dan tidak akan sembarangan melakukan perbuatan yang tidak perlu, seperti melahap es krim misalnya.
- Pergi ke toko lilin
Lain kali anda ingin menyamil, nyalakan lilin beraroma. Penelitian menunjukkan aroma tertentu dapat menahan nafsu makan. Aroma yang berguna dengan baik untuk ini yaitu apel, peppermint dan pisang.
- Tekan nafsu makan
Anda tidak akan menemukan saran ini di perpustakaan obat-obatan nasional, tetapi ketika anda merasa tidak berdaya melawan nafsu makan anda, coba cubit area kecil dari tulang rawan, tempat dimana rahang anda menempel tepat di bawah telinga, yang mana beberapa ahli akunpuktur mengatakan kalau itu adalah titik pengendalian nafsu makan. Lakukan ini selama setengah menit.
- Makan makanan yang cepat mengenyangkan
Untuk makan lebih sedikit waktu makan dan menyamil, pilihlah makanan yang memiliki tingkat kekenyangan tinggi, yang mana berarti lebih mengenyangkan dibanding makanan lain. Anehnya meski makanan berlemak itu enak dan membuat anda kenyang, mereka tidak memiliki nilai tinggi dalam skala mengenyangkan karena kita cenderung ingin terus makan lagi. Beberapa makanan yang mengenyangkan yaitu: popcorn, selai kacang, kentang, pasta coklat, kacang hijau matang, anggur dan jeruk.

Aku Ingin Disayang Orang

Setiap orang tentu mendambakan kasih sayang dan perlakuan yang baik dari orang lain. Tapi, dalam kenyataannya, tidak mudah untuk mendapat perlakuan baik dari orang lain. Banyak orang yang mengeluh, kenapa ya, kok masih banyak orang yang memusuhi saya, yang membenci saya, yang tidak sayang pada saya bahkan sering berbuat buruk pada saya. Nah, tentu kita harus bercermin terlebih dahulu dengan diri kita. Jangan-jangan, kita sendiri sering berbuat buruk pada orang, sering berprasangka buruk pada orang lain, sering melakukan sesuatu yang kurang simpati. Cobalah beberapa langkah berikut ini. Insya allah, kita akan hidup damai, bahagia dan orang lainpun ikut merasakannya.

Menampilkan Wajah yang Cerah Ceria
Rasulullah senantiasa berwajah ceria. Beliau besabda,
“Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus dipaksakan memikul beban-beban yang berat, ia akan menjadi buta”. (Sunan Abu Dawud).

Tersenyum dengan Tulus
Rasulullah senantiasa tersenyum manis sekali dan ini sangat menyenangkan bagi siapapun yang menatapnya. Senyum adalah sedekah, senyuman yang tulus memiliki daya sentuh yang dalam ke dalam lubuk hati siapapun. Senyum adalah nikmat Allah yang besar bagi manusia yang mencintai kebaikan. Senyum tidak dimiliki oleh orang-orang yang keji, sombong, angkuh, dan orang yang busuk hati.

Berkata yang Santun dan Lembut
Pilihlah kata-kata yang paling sopan dengan dan sampaikan dengan cara yang lembut, karena sikap seperti itulah yang dilakukan Rasulullah, ketika berbincang dengan para sahabatnya, sehingga terbangun suasana yang menyenangkan. Hindari kata yang kasar, menyakitkan, merendahkan, mempermalukan, serta hindari pula nada suara yang keras dan berlebihan.

Senang Menyapa dan Mengucapkan Salam
Upayakanlah kita selalu menjadi orang yang paling dahulu dalam menyapa dan mengucapkan salam. Jabatlah tagan kawan kita penuh dengan kehangatan dan lepaslah tangan sesudah diepaskan oleh orang lain, karena demikianlah yang dicontohkan Rasulullah.

Jangan lupa untuk menjawab salam dengan sempurna dan penuh perhatian.

Bersikap Sopan dan Penuh Hormat
Rasulullah jika berbincang dengan para sahabatnya selalu berusaha menghormati dengan cara duduk yang penuh perhatian, ikut tersenyum jika sahabatnya melucu, dan ikut merasa takjub ketika sahabatnya mengisahkan hal yang mempesona, sehingga setiap orang merasa dirinya sangat diutamakan oleh Rasulullah.

Menyenangkan Perasaan Orang
Pujilah dengan tulus dan tepat terhadap sesuatu yang layak dipuji sambil kita kaitkan dengan kebesaran Allah sehingga yang dipuji pun teringat akan asal muasal nikmat yang diraihnya, nyatakan terima kasih dan do’akan. Hal ini akan membuatnya merasa bahagia. Dan ingat jangan pernah kikir untuk berterima kasih.

Penampilan yang Menyenangkan
Gunakanlah pakaian yang rapi, serasi dan harum. Menggunakan pakaian yang baik bukanlah tanda kesombongan, tentu saja dalam batas yang sesuai syariat yang disukai Allah.

Memaafkan Kesalahan Orang
Jadilah pemaaf yang lapang dan tulus terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain kepada kita, karena hal ini akan membuat bahagia dan senang siapapun yang pernah melakukan kekhilafan terhadap kita, dan tentu hal ini pun akan mengangkat citra kita dihatinya.

Menebarkan Manfaat

Keberuntungan kita bukanlah diukur dari apa yang kita dapatkan tapi dari nilai manfaat yang ada dari kehadiran kita, bukankah sebaik-baik di antara manusia adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi hamba-hamba Allah lainnya.

Rajin Bersilaturahmi
Silaturahmi secara berkala, penuh perhatian, kasih sayang dan ketulusan walaupun hanya beberapa saat, benar-benar akan memiliki kesan yang mendalam, apalagi jikalau membawa hadiah, insya Allah akan menumbuhkan kasih sayang.

Saling Berkirim Hadiah
Seperti yang telah diungkap sebelumnya bahwa saling memberi dan berkirim hadiah akan menumbuhkan kasih sayang. Jangan pernah takut miskin dengan memberikan sesuatu, karena Allah yang Maha Kaya telah menjanjikan ganjaran dan jaminan tak akan miskin bagi ahli sedekah yang tulus.

Menolong dengan Apapun
Bersegeralah menolong dengan segala kemampuan, harta, tenaga, waktu atau setidaknya perhatian yang tulus, walau perhatian untuk mendengar keluh kesahnya.

Apabila tidak mampu, maka do’akanlah, dan percayalah bahwa kebaikan sekecil apapun akan diperhatikan dan dibalas dengan sempurna oleh Allah.

Sumbangan ilmu dan pengalaman

Wanita Yang Haram Untuk Dikawin

Beberapa minggu yang lalu masyarakat Sumatera tepatnya di Propinsi Jambi di buat geger oleh ulah seoarang anak berusia 16 tahun yang menjalin hubungan suami istri dengan ibunya sendiri. Beberapa tahun yang lalu, di Jawa Timur juga pernah ada pernikahan seorang laki-laki dengan saudara perempuan kandungnya. Astaghfirullahal ‘Adziim manusianya kini kok jadi seperti hewan. Coba perhatikan seekor kucing yang masih kecil, bila sudah besar ibunya juga jadi sasaran untuk dinikahi.

Oleh karenanya agar tidak sama dengan hewan, Allah sudah membuat aturan-aturan tentang mana-mana wanita yang haram untuk dinikahi. Ada dua macam wanita-wanita yang haram untuk dinikahi oleh seseorang. Pertama yang haram dinikahi untuk selama-lamanya. Kedua, haram dinikahi untuk sementara saja.

  1. Yang haram untuk dinikahi selama-lamnaya adalah wanita yang disebabkan oleh hal-hal berikut ini

Karena Kekerabatan

Ada tujuh wanita yang menurut firman Allah dalam Al-Qur’an Surat an-Nisa’ ayat 23 haram dinikahi seseoarang karena masih kerabat di antara:

- Ibu

- Anak Perempuan

- Saudara perempuan

- Bibi dari Ayah

- Bibi dari Ibu

- Keponakan Perempuan dari Saudara Laki-laki

- Keponakan Perempuan dari Saudara Perempuan

Karena Saudara Sesusuan

Ada dua wanita yang diharamkan untuk dinikahi karena tunggal susu yaitu ibu yang menyusui dan saudara perempuan karena sesusuan.

Karena Perkawinan

Ada empat wanita yang diharamkan untuk dinikahi karena sebab perkawinan

- Ibunya istri (mertua), sekalipun baru mengadakan akad nikah dengan anaknya, dan belum sempat bersetubuh kemudian bercerai

- Anaknya istri, yakni anak tiri yang diperolehnya dari suami lain

- Istri ayah, dan begitu pula istri kakek, baik dari pihak ayah maupun ibu, baik karena nasab maupun persusuan

- Istrinya anak, juga istrinya cucu dan setrusnya kebawah, baik karena nasab maupun persusuan

B. Adapun wanita yang haram untuk dinikahi sementara adalah wanita-wanita yang kalau dinikahi juga maka akan berkumpul dengan kerabatnya sendiri.

-Tidak boleh kalau ada seorang laki-laki yang mengawini sekaligus seorang wanita bersama-sama dengan saudara perempuaanya

-Tidak boleh mengawini seorang wanita sekaligus dengan bibinya

-Tidak boleh mengawini seorang waniata sekaligus dengan keponakan perempuan wanita tersebut

Kyai Badrussalam, Tongan Kota Malang

Memilih Ngajar Di Madrasah Daripada Menjadi Ketua Pengadilan Agama

Perjuangannya mensyiarkan Islam cukup besar. Meski kondisi negara belum aman, karena adanya agresi kedua Belanda yang masuk kota Malang, Kyai badrussalam tetap gigih dalam menyampaikan ilmunya

Imam Rowatib Masjid Agung Jami’ Malang

Kyai Badrussalam berasal dari kota Solo, Jawa Tengah. Dilahirkan pada tahun 1906 di desa Tempursari, Klaten Solo. Sejak kecil, beliau sudah ditempa dengan didikan agama. Ayahnya, H. Muhsin, sangat disiplin dalam mendidik beliau. Setelah mengenyam ilmu agama dari abahnya, kemudian Kyai Badrussalam mondok di pesantren Jamsaren, Solo.

Tidak diketahui secara pasti kapan beliau pertama kali datang ke Kota Malang. Yang jelas saat itu beliau datang bersama Kyai Syukri Ghozali dan Kyai Damanhuri karena diajak Kyai Nahrowi Thohir untuk membantu ngajar di Madrasah Mu’allimin, Jagalan yang dirintis Kyai Nahrowi pada tahun 1941. Selain ngajar di Mu’allimin, beliau juga mulang ngaji di beberapa masjid termasuk di masjid Agung jamik Malang. Beliau mengajar Al-Qur’an dan tafsir. Karena kealimannya dalam ilmu al-Qur’an, beliaupun didaulat untuk menjadi imam rowatib lima waktu. Selanjutnya, mulai tahun 1965 beliau ditunjuk menjadi pengurus Takmir Masjid Agung Jami Malang urusaan ibadah dan hukum, bersama Kyai Abdullah Satar. Beliaupun juga diangkat menjadi salah satu pengurus NU Cabang Malang.

Kyai Badrussalam, termasuk orang yang kenceng (lurus) dalam berdakwah dan mengembangkan pendidikan. Beliau pernah diminta untuk menjabat ketua Pengadilan Agama Malang sekitar tahun 1970, namun beliau tidak mau dan memilih mengajar di Madrasah dan berdakwah. Dari keikhlasannya mengajar, banyak santrinya yang menjadi orang-orang besar. Di antara santri beliau adalah Brigjen (Purn) Sulam Samsun, mantan pengurus PBNU, Ibu Hj. Siamah, Hj. Muthmainnah, Hj. Chusnul Khotimah pengurus Muslimat NU Kota Malang. Termasuk santrinya adalah Kyai Abdullah Iskandar, Kayutangan, pembina pengajian Aswaja saat ini.

Kyai Badrussalam dinikahkan dengan seorang wanita bernama Turtsina, adik dari H. Ahmad Dardiri, salah seorang ketua takmir Masjid Agung Jamik tahun 1950. Selanjutnya Kyai Badrussalam bersama istrinya menetap di Kampung Tongan. Dengan istikomah, Kyai yang dikarunia tujuh orang anak ini mengisi hari-harinya untuk mengajar di Madrasah Mu’allimin (madrasah Badrussalam) di Jagalan Asem.

Sosok yang Istikomah dan Sabar

Kyai Badrussalam sangat bertanggung jawab dengan tugasnya. Menurut keterangan ustdaz Kamilun Muhtadin, beliau bahkan hampir tidak pernah absen ngimami. Beliau juga sosok sederhan yang mukhlis (ikhlash), beliau berangkat ke masjid untuk mengimami sholat lima waktu dengan mengendarai sepeda ontel. Begitu istikomahnya menjalankan tugas ngimami, meskipun beliau sedang mengajar di Madrasah, kalau waktu sholat sudah tiba, beliau meminta izin kepada guru yang lain untuk ngimami sholat di Masjid Jamik.

Kyai Badussalam adalah sosok kyai yang sabar”, ungkap ibu suci, anak ke enam dari Kyai Badussalam. Pernah suatu ketika, sepeda ontel yang menjadi alat tranportasinya hilang diambil maling (pencuri) saat di parkirkan di pelataran (halaman) masjid Jamik. Namun, meskipun sepeda kesayangannya raib diambil orang, beliau hanya tersenyum dan pulang ke rumah dengan berjalan kaki.

Selain, terkenal dengan kesabarannya, Kyai Badrusalam juga dikenal sebagai sosok yang selalu nriman. Demikian ungkap H. Gatot Dardiri (salah satu takmir Masjid Agung Jami Kota malang saat ini) yang juga masih keponakannya. Pernah, suatu saat, ketika beliau pulang larut malam selesai mengajar. Sesampainya di rumah, beliau tidur di dekat istri, padahal belum makan sama sekali. Saking laparnya, perutnya berbunyi sehingga terdengar oleh sang istri. Kemudian istrinya menganjurkan agar Kyai Badrussalam makan terlebih dahulu agar tidak kelaparan dan sakit. “Abi, itu lho ada nasi, silakan makan”. Tutur istrinya. Dahulu tempat nasi itu terbuat dari wakul besek. Namun, saat beliau mengambil tempat nasi, ternyata nasinya sdah habis beliau tidak marah. Beliau malah mengambil sisi-sisa nasi yang nempel di pojok wakul. Kemudian beliau membangunkan istrinya untuk menemaninya makan. Subhanallah.

Kyai yang Wir’ai dan Bijaksana

Beliau juga merupakan ulama yang wira’i (berhati-hati dalam masalah halal dan haram. Beliau tidak mau memasukkan makanan ke dalam perutnya sebelum mengetahui dengan jelas halal dan haram makanan itu.

Suatu ketika, Kyai Badrussalam mengajar manasik haji di rumah H. Ahmad Dardiri yang masih kakak iparnya. Selesai mengajar beliau ditawari oleh istri H. Ahmad Dardiri untuk makan. “Dek-dek, monggo makan dengan cap Cay.” Tawar ibu Hj. Ahmad Dardiri. Begitu mendengar kata Cap Cay, beliau tidak berkenan memakannya. Sebab anggapan beliau Cap Cay itu adalah masakan China, dan dikahawatirkan kebersihan dan kehalalalnnya. Namun setelah dijelaskan bahwa masakannya adalah masakan ibu Hj. Ahmad Dardiri sendiri, dan namanya hanya berbau china, padahal hanya masakan sayur mayur yang diolah menjadi satu, beliau baru mau makan.

Disamping terkenal wara’, beliau juga merupakan ulama yang bijaksana dalam memberikan jawaban-jawaban hukum terhadap ummat. Pernah H. Gatot Dardiri pada saat mau menikah bertanya kepada Kyai Badrussalam.”Kyai, apakah nikah itu harus menggunakan bahasa Arab? Tanya H. Gatot. ”Oh tidak, kamu bisa menggunakan bahasa Indonesia, Jawa atau Madura. Namun lebih afdholnya memang mengunakan bahasa Arab. Mari saya tuliskan. Kemudian H. Gatot bertanya lagi; “Apakah boleh ngerpek (mencontek )? Oh bisa, akan tetapi lebih afdholnya dihafalkan. Jawab beliau dengan bijak. Jadi beliau itu tidak pernah mengecewakan orang yang bertanya kepadanya

Menghadap Ilahi

Kyai Badrussalam memang sosok yang tegar dan tabah. Meskipun dalam keadaan sakit, kyai Badrussalam tidak pernah mengeluh, akibatnya keluarga tidak mengetahui kalau Kyai Badrussalam sakit. Dalam keadaan sakit itu, Kyai Badrussalam berpamitan kepada keluarga untuk mengisi pengajian rutin di Musholla yang berada di daerah Kayutangan. Seusai mengajar di musholla, kemudian beliau diundang rapat oleh Kyai Hasyim Muzadi untuk membicarakan masalah umat. Saat itu, kediaman Kyai Hasyim Muzadi masih berada di Dinoyo. Malam itu, setiba di rumah Kyai Hasyim, Kyai Badrussalam jatuh karena tidak kuat menahan rasa sakitnya. Beliaupun dilarikan ke RSU Saiful Anwar. Saat di rumah sakit itulah Malaikat Izroil menjemput Kyai Badussalam untuk menghadap kepada Allah SWT tepat pada hari Sabtu Pahing tanggal 2 Februari tahun 1974 bertepatan dengan 9 Muharram 1394 H. Kyai Badrussalam meninggal dalam usia 68 Tahun dan dimakamkan di pemakaman Kasin

Nama : KH. Badrussalam

Istri : Hj. Turtsina

Anak : 1. Muhyil Islam,

2. Muawinatus Sariyyah,

3. Mufrihul Anam,

4. Tunik zahirotul amaliyah,

5. Bashirotus Sholihati,

6. Suciati Nadzifatul Qolbi,

7. Mudzakir

Alamat : Jl. KH. Hasyim Asy’ari Gang. 1 No. 764 Malang

Makam : Pemakaman kasin Dekat dengan area pemakaman keluarga Habib Abdul Qodir bil Faqih

Pemboikotan Besar-besaran

Tiga Tahun Di Pengasingan

Melihat Islam terus berkembang, para pemuka Quraisy ketakutan. Merekapun berusaha untuk membendung perkembangan Islam. Merekapun meminta Abu Thalib untuk merayu Nabi Muhammad agar menghentikan dakwahnya dengan iming-iming segala macam kenikmatan dunia. Namun, kanjeng Nabi tetap bergeming. Orang-orang kafir Quraisy kemudian memberikan ancaman dan teror, baik kepada beliau maupun pada pengikutnya. Untungnya, Bani Al-Mutahllib dan Bani Hasyim sebagai keluarga besar nabi, baik yang kafir maupun muslim, kompak melindungi Nabi Muhammad SAW.

Akhirnya mereka menggunakan cara yang licik untuk menghentikan dakwah kanjeng Nabi.

Orang-orang kafir berkumpul di perkampungan Bani Kinayah, mereka membuat kesepakatan untuk menghadapi Bani Hasyim dan Bani Al-Muthalib. Isi keputusannya adalah larangan menikah, jual beli, berteman, berkumpul, memasuki rumah, berbicara dengan Bani Muthallib dan Bani Hasyim, kecuali jika secara suka rela mereka menyerahkan Muhammad untuk dibunuh.

Kesepakatan mereka itu ditulis di atas selembar papan. Piagam itu lalu digantungkan di tembok bagian dalam Ka’bah.

Tiga Tahun Diasingkan

Bani Hasyim dan bani Muthalib diasingkan di sebuah jurang di perkampungan Abu Thalib. Mereka diboikot, sehingga tidak bisa berhubungan dengan dunia luar. Pemboikotan itu benar-benar ketat, orang-orang musyrik tidak membiarkan bahan makanan sampai kepada mereka. Akibatnya, keadaan Bani Hasyim dan Bani Al-Muthalib benar-benar mengenaskan dan kelaparan. Merekapun hanya bisa makan dedaunan dan kulit binatang. Tidak jarang terdengar suara para wanita dan anak-anak yang merintih karena kelapaan dari kaum perkampungan Abu Thalib. Kalaupun ada bahan makanan bisa masuk, maka itupun dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi. Mereka tidak bisa keluar dari perkampungan itu untuk membeli segala keperluan kecuali pada bulan-bulan suci.

Sementara itu, selama masa pengasingan itu, Abu Thalib selalu khawatir terhadap keadaan Rasulullah SAW. Jika semua orang sudah berbaring di tempat tidurnya, ia menyuruh beliau untuk tidur di atas tempat tidurnya, sehingga dia bisa tahu jika ada orang yang hendak berbuat jahat kepada beliau. Selain itu, dia menyuruh salah seorang anak, saudara atau kerabatnya untuk tidur bersama beliau. Ia juga memerintahkan sebagian di antara mereka untuk membawa serta tempat tidurnya.

Melihat penderitaan nabi Muhammad dan keluarganya, ada sebagian kaum musyrikin yang merasa iba dengan penderitaan mereka, sekaligus kagum atas ketabahan dan kekuatan iman mereka. Di antaranya adalah Al-Muth’im. Setelah berdebat lama dengan Abu Jahal iapun bangkit menghampiri piagam dan siap merobeknya. Namun, ternyata dia melihat rayap-rayap telah memakan isi piagam tersebut. Dan anehnya penggalan tulisan “Bismika Allahumma” (dengan asma-Mu ya Allah), dan setiap bagian yang ada kata “Allah”, tetap utuh, tidak termakan rayap. Subhanallah. Ia pun berteriak bahwa piagam pemboikotan itu telah habis sehingga otomatis kesepakatan pengasingan itu juga berakhir. Akhirnya papan bagian itu benar-benar dirobek dan dibatalkan. Rasulullah SAW dan para pengikutnya keluar dari perkampungan tempat pengasingan mereka. Dan kembali ke tengah kota Mekkah untuk melanjutkan dakwah.

Khalifah Umar bin Khattab

Susu Yang Tidak Murni

Pada suatu malam menjelang Shubuh, Khalifah Umar bin Khattab r.a. disertai pengawalnya melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke pinggiran kota. Pada saat melintas di sebuah tempat, beliau mendengar percakapan dua orang wanita, ibu dan anak gadisnya. Sang Ibu berkata: ”Campur saja susunya dengan air”, Si anak menjawab: ”Bagaimana saya harus melakukannya sedang amirul mukminin (khalifah Umar) telah mengeluarkan pernyataan yang melarangnya”. ”Khalifah Umar toh tidak mengetahuinya” kilah sang ibu setengah memaksa. ”Kalau khalifah Umar tidak mengetahuinya, maka pasti Allah mengetahuinya.” Jawab si anak yang membuat ibunya sadar.

Percakapan antara keduanya sangat berkesan di hati Umar r.a. Keesokan harinya ia menyuruh pengawalnya untuk menyelidiki kedua wanita itu. Setelah diketahui bahwa putri itu seorang gadis, lalu Umar memanggil putranya, ’Aashim. Beliau menawarkan gadis itu untuk dinikahinya. Sang putra dimintanya untuk melihat langsung paras wajahnya, seraya berpesan kepadanya, ”Pergilah wahai anakku. Lihatlah gadis itu, nikahilah dia, dan aku berharap dia akan melahirkan seorang pahlawan yang mampu memimpin bangsa Arab.”

Singkat cerita, akhirnya terjadilah pernikahan seorang “putra mahkota” dengan seorang gadis pinggirian. Dan dari pernikahan mereka, lahirlah seorang perempuan. Anak perempuan itu lalu dinikahi oleh Abdul Aziz bin Marwan. Nah, dari pernikahan itu lahirlah Umar bin Abdul Aziz, khalifah kelima yang terkenal sangat adil dan bijaksana.

Tepat sekali ramalan Khalifah Umar bin Khattab r.a. Sifat amanat dan kejujuran menjadi penghubung antara Khalifah Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Aziz.

KH. Soleh Darat

Kado Pernikahan RA. Kartini

Nama Kyai Soleh Darat memang tidak setenar para ulama lain di tanah air sekaliber Kyai Nawawi Al-Bantani dan Kyai Hasyim Asy’ari, padahal beliau adalah sosok ulama yang sangat berjasa dalam penyebaran Islam di pantai utara Jawa. Banyak ulama-ulama besar yang pernah nyantri kepadanya. Diantaranya adalah Kyai Hasyim Asy’ari dan Kyai Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyyah.

Beliau bernama Muhammad Saleh. Beliau lahir di Desa Kedung Jumbleng, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada sekitar tahun 1820. Ayah beliau bernama Kyai Umar, seorang ulama terkenal pada masa Pengeran Diponegoro. Sejak kecil Kyai Saleh Darat mendapat tempaan ilmu dari ayahnya. Setelah itu Kyai Saleh Darat berkelana ke berbagai tempat untuk thalabul ilmu (ngaji). Beliaupun sempat belajar di kota suci Mekkah. Di tanah kelahiran kanjeng Nabi ini, beliau berguru kepada ulama-ulama besar. Di antaranya Syaikh Muhammad Al-Marqi, Syaikh Muhammad Sulaiman Hasballah, Syaikh Sayid Muhammad Zein Dahlan, Syaikh Zahid, Syaikh Umar Assyani, Syaikh Yusuf Al-Misri serta Syaikh Jamal Mufti Hanafi. Selama ngelmu di tanah haram tersebut, Kyai Saleh Darat bertemu dengan santri -santri lain yang berasal dari Indonesia antara lain Kyai Nawawi Al-Bantani dan Syakhona Muhammad Kholil Al-Maduri.
Adapun nama Darat yang disandangnya
dinisbahkan pada nama kampungnya yaitu Darat di Semarang Utara. Sekembalinya menimba ilmu di Mekkah, Kyai Saleh Darat mengajar di Pondok Pesantren Darat milik mertuanya Kyai Murtadlo. Sejak itu pondok pesantren berkembang pesat. banyak santri-santri yang berdatangan dari berbagai daerah di pulau Jawa. Di antara murid -murid beliau yang termashur adalah Kyai Hasyim Asyari, Kyai Ahmad Dahlan , Kyai Munawir( Krapyak Jogja), Kyai Mahfudz (Termas, Pacitan ) maka pantas rasanya bila Kyai Saleh Darat disebut sebagai gurunya para ulama di Jawa.

Kyai Saleh Darat banyak menulis kitab-kitab dengan menggunakan bahasa PEGON ( hurup Arab dengan menggunakan Bahasa Jawa), diantaranya kitab Faid ar-Rahman, terjemahan Al-Qur’an dengan huruf Pegon. Kitab tersebut dihadiahkan kepada RA Kartini sebagai Kado pernikahannya dengan RM Joyodiningrat yang menjabat sebagai bupati Rembang.
Karya karya beliau lainnya adalah Kitab Majmu’ah asy-Syariah Al Kafiyah li al-’Awwam (Buku Kumpulan Syariat yang Pantas bagi Orang Awam), dan kitab Munjiyat (Buku tentang Penyelamat) yang merupakan saduran dari buku Ihya’ ‘Ulum ad-Din. Kitab Al Hikam (Buku tentang Hikmah), Kitab Lata’if at-Taharah (Buku tentang Rahasia Bersuci), Kitab Manasik al-Hajj, Kitab Pashalatan, Tarjamah Sabil Al-’Abid ‘ala Jauharah at-Tauhid, Mursyid al Wajiz, Minhaj al-Atqiya’, Kitab hadis al-Mi’raj, dan Kitab Asrar as-Shalah. Hingga kini
, karya -karya beliau masih dibaca di pondok-pondok pesantren.

Kyai Saleh Darat meninggal dunia pada tanggal 28 Ramadan 1321 H, bertepatan dengan tanggal 18 Desember 1903 dan dimakamkan Semarang. Setiap tanggal 10 Syawal, masyarakat memperingati haul beliau. Al-Fatihah

Al-’Adzim (Yang Maha Agung)

Semua Keagungan Bersumber dari Allah

Kata Al-’Adzim memiliki makna sesuatu yang agung dan besar. Jika yang ditunjuk itu berbentuk materi atau benda maka berarti besar atau panjang, lebar dan tinggi. Kata ini juga dapat menjadi sifat sesuatu yang imaterial (bukan bentuk menda). Ada sesuatau yang agung dalam pandangan akal, dan akal itu juga dapat`memhami hakikatnya. Ada lagi immaterial yang agung yang terjangkau oleh akal dan ada lagi yang agung bahkan yang Maha Agung namun hakikatnya sama sekali tidak terjangkau oleh akal dia adalah Allah SWT. Allah Maha Agung karena mata tidak mampu memandang-Nya dan akal tidak dapat menjangkau hakikat wujud-Nya. Allah Maha Agung karena Dia adalah yang wajib wujudnya, yang langgeng keberadaan-Nya untuk selamanya. Dia yang awwal dan yang akhir. Sedangkan wujud selain Allah hanya sebuah kemungkinan yang bisa wujud dan bisa juga tidak. Allah Maha Agung karena kagungan-Nya melebihi keagungan segala yang agung. Bahkan, keagungan segala yang agung adalah berkat anugrah-Nya. Dia Maha Agung karena keagungan-Nya tidak bertepi dan tidak pula dapat diukur. Allah Maha Agung karena akal berlutut dihadapan-Nya dan jiwa gemetar menghadapi-Nya serta larut dalam cinta-Nya. Semua makhluk menjadi kecil di hadapan hadirat-Nya. Mereka butuh pertolongan-Nya dan punah atas ketetapan-Nya.

Dialah yang paling agung baik di bumi maupun di langit. Hakikat keagungan-Nya tak dapat dijangkau oleh penglihatan kita dan tak terbayangkan dalam pikiran kita. Semua kebesaran yang kita ketahui bersifat relatif dan tak ada keagungan yang dapat menandingi keagungan-Nya. Benda yang paling besarpun masih memiliki kebutuhan kepada Allah al-Adzim. Sedangkan Allah tidak butuh kepada siapapun. Dialah yang memenuhi semua kebutuhan makhluk-Nya.

Memang kita sering menyebut besar kepada sebagian di antara kita karena karya atau jasa mereka. Tetapi karya sebesar apapun tak ada artinya jika dibandingkan dengan bermilyar-milyar karya Allah Yang Maha ‘Adzim yang jauh lebih besar. Manusia paling besarpun merupakan salah satu karya Allah.

Lebih dari seratus kali kata ‘adzim dalam al-Qur’an. Penggunaannya bermacam-macam. Ada yang mensifati al-Qur’an, ‘Arsy, singgasana ratu Bilqis, kekuasaannya, sumpah, kerajaan, ucapan, siksa, pahala, dosa, anugrah berita hari kemudian, korban kemenangan sihir Fi’aun dan tipu daya wanita, keresahan, kebohongan atau fitnah, gunung, harta kekeyanaan Qorun, penganianyaan, syirik dan lainnya. Kata ‘adzim termasuk juga digunakan untuk mensifati akhlak Rosulullah Muhammad. Kata Al-’Adzim yang menjadi sifat Allah ada yang berdiri sendiri dan ada juga yang dirangkai dengan sifat lain, misalnya sifat Al-’Aliyy (Maha Tinggi). Seperti pada akhir kalimat ayat Kursi (QS. al- Baqarah : 255). Perangkaian yang Maha Tinggi dengan Maha Agung (al-’Aliyy al-’Adzhim) untuk memberi isyarat bahwa keagungan-Nya itu adalah keagungan yang berkaitan dengan ketinggian tingkat/derajat serta kejauhannya untuk diraih oleh pemahaman akal. Di samping itu, karena ketinggian mengandung makna kejelasan, sedang keagungan sering kali diliputi oleh ketidak jelasan, akibat ketidakmampuan untuk menjangkaunya.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi: al-kibriyaa’u ridaa’ii wa al-’adzhamatu izaari (Kebesaran adalah selendangKu dan keagungan adalah pakaian (kainKu). Selendang adalah sesuatu yang diletakkan di atas pakaian yang nampak jelas. Sedangkan kain adalah yang menutupi bagian dalam dan bawah. Hal ini berarti kebesaran-Nya memiiliki pengertian di bumi keagungan-Nya, di ‘arsy ketinggiannya. Dengan demikian, keagungan-Nya merupakan sesuatu yang sangat tersembunyi ditinjau dari rinciannya. Kebesaran dan ketinggiannya merupakan sesuatu yang jelas dibandingkan dengan ketidakjelasan yang lain. Terlihat dari penjelasan di atas bahwa keagungan-Nya tidak terjangkau oleh manusia, karena keagungannya tersebut berada di atas puncak dari segala puncak. Jika demikian bagaimana mungkin ia dapat diteladeni.

Imam Ghozali dalam kitab Al-Maqshod as-Sana fi Syarhil Asma’ al Husna tidak seperti kebiasaanya, beliau tidak mejelaskan apa yang dapat di raih atau diteladani manusi dari sifat Allah ini. Padahal, biasanya beliau selalu menguraikan hikmah atau teladan bagi manusia dari sifat-sifat Allah. Namun, ketika menguraikan sifat al-’Adzim ini beliau hanya menyatakan bahwa yang agung dari manusia adalah para nabi, rasul dan para ulama. Keagungan sifat mereka kalau dipelajari dan dihayati maka dada kita akan penuh dengan rasa kagum dan haibah (hormat dengan wibawa mereka) terhadap mereka. Meskipun demikian, para ulama mengingatkan bahwa kita tetap harus mempelajari dan memahami sifat Allah Al-’Adzim dengan tujuan untuk mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah. Salah satu bentuk upaya memahaminya adalah dengan jalan mengindahkan seluruh peritah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Demikianlah perintah Allah.

Selanjutnya, dalam meneladani sifat ini adalah kita dituntut agar mengindakan pesan- pesan tersebut sambil menyadari bahwa Allah Yang Maha Agung, yang mutlak keagungan-Nya dan tidak ada satupun keagungan yang ada di dunia ini kecuali bersumber dari Allah Yang Maha Agung. ”Ya Allah Ya Adzim, Yang Maha Agung, kami memohon dengan nama-Mu yang Maha Agung, lindungi kami dari segala persoalan yang$ agung.

Keutamaan Sya’ban

Laporan Tahunan Amal Manusia

Kita saat ini masih berada di bulan Sya’ban, bulan yang memiliki banyak keistimewaan. Hanya saja, banyak di antara kita yang kurang ngerti atau belum tahu keutamaannya. Yang kita tahun di bulan ini hanya ada Nisfu Sya’ban. Sementara keistimewaan yang tidak tahu. Terkadang kita hanya memperhatikan keagungan bulan Ramadhan saja yang memang istimewa dan menjanjikan obralan pahala. Padahal bulan Sya’ban ini juga tak kalah pentingnya dan mulyanya, tetapi terkadang, malah banyak yang meremehkannya. Berikut ini beberapa keistimewaan bulan Sya’ban:

Bulan Sya’ban adalah Bulan Kebaikan yang Bercabang

“Atadruuna lima summiya Sya’baana ? qooluu: “Allaahu warosuuluhu a’lamu. Qoolaa: “Li annahu yatasya’abu fiihi khoirun katsiirun”. ( Tahukah kalian, mengapa bulan Sya’ban dinamakan Sya’ban ? para sahabat menjawab: ” Allah dan rosul-Nya yang lebih mengetahuinya”. Beliau menjawab: “Sebab dalam bulan itu bercabang banyak kebaikan” )

Menurut dawuh kanjeng Nabi, pada bulan Sya’ban ini pahala kebaikan bercabang-cabang sehingga menjadi bertambah banyak.

Bulan Laporan Tahunan Amal

Disebutkan dalam sebuah hadits, Dzaaka Syahru yaghfalunnas ‘anhu baina Rajaba wa Romadhona wa huwa syahru turfa’u fiihil a’maal ilaa rabbil ‘alamin wa uhibbu an yurfa’a ‘amali wa ana shooimun. (Sya’ban adalah bulan yang manusia melupakannya, antara rojab dan romadhon. Itulah bulan yang di dalamnya dilaporkan semua amal manusia ke hadhirat Allah Tuhan semesta alam. Aku senang ketika amalku dihaturkan ke hadlirat Allah aku sedang dalam keadaan berpuasa)

Amal-amal manusia selama setahun dilaporkan pada bulan Sya’ban ini. Sungguh beruntung orang yang ketika amalnya dilaporkan ia sedang dalam keadaan taat, baik dengan puasa maupun amal yang lainnya.

Bulan Penentuan Umur

Ahabbus syuhuuri ilaika an tashuumahu Sya’ban?. Innallaaha yaktubu fiihi ‘alaa kulli nafsin mayyitatan tilkas sanata fa uhibbu an ya’tiyani ajali wa ana shooimun. (Apakah bulan yang paling engkau senang berpuasa adalah sya’ban? Sesungguhnya di dalam bulan sya’ban itulah Allah menentukan kematian setiap makhluk yang bernafas dalam tahun itu. Aku senang kalau penentuan ajalku datang sedang aku dalam keadaan berpuasa)

Terdapat Malam Nisfu Sya’ban

Yattholi’ullahu ila jamii’i kholqihi lailatan nisfi min sya’bana fayaghfiru lijamii’I kholqihi illa limusyrikin aw musyakhini. (Allah menggelar rahmat-Nya kepada seluruh makhluk-Nya pada malam nisfu Sya’ban. Allah mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang suka bercekcok)

Ketinggian Derajat Bulan Sya’ban

Fadhlu sya’bana ‘ala saairis syuhuuri kafadhli ‘ala saairil anbiyaai wa fadhlu romadlona ‘ala saairis syuhuuri kafadhlillahi ‘ala ‘ibaadihi. (Keutamaan bulan sya’ban atas bulan-bulan yang lain bagaikan keutamaanku atas para nabi . keutamaan bulan romadhon atas bulan-bulan yang lain bagaikan keutamaan Allah atas para hamba-Nya)

Bulan Membersihkan Jiwa

Rajaba litathiiril badani wa sya’banu litathiril qolbi wa romadlonu litathirirruukhi. (Bulan Rojab untuk membersihkan badan, bulan sya’ban untuk membersihkan jiwa, dan bulan Romadlon untuk membersihkan ruh)

Kebaikan Bagi yang Mengagungkan Bulan Sya’ban

Man ‘Addzoma Sya’bana wattaqoolloha ta’ala wa ‘amila bithoo’atihi wamsaka nafsahu ‘anil ma’shiyati ghofarollohu ta’ala dzunubahu wa aamanahu min kulli maa yakuunu fi tilkas sanati minal balaayaa wal amradhi kulliha. (Barang siapa mengagungkan bulan Sya’ban, takut kepada Allah ta’ala, melakukan amal dengan berbakti kepada-Nya, serta menjaga dirinya dari perbuatan maksiat, maka Allah ta’ala mengampuni dosa-dosanya dan memberinya keamanan dari segala penyakit dan bahaya tahun itu)

Multi Fungsi Al-Qur’an Dalam Kehidupan

Mengobati Jasmani dan Ruhani

Oleh : Prof. Dr. Kasuwi Saiban, M. Ag

(Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Merdeka Malang)

Al Quran turun sekaligus pada tanggal 17 Ramadhon ke baitul izzah, kemudian berangsur-angsur turun ke dunia secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun. Allah menurunkan al-Qur’an melalui malaikat Jibril untuk disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW dan diteruskan kepada seluruh umat manusia. Sebagai kitab suci yang dijadikan pedoman hidup umat Islam, Al Qur’an mempunyai fungsi yang multi dimensional sehingga tak satu pun aktivitas muslim yang berada di luar cover Al Qur’an.

Adapun fungsi Al Qur’an dalam kehidupan manusia antara lain:

Sebagai Media Pengingat.

Ketika manusia masih di alam ruh, mereka telah berikrar untuk tidak menyembah kepada selain Allah, sehingga mereka berkewajiban untuk menyembah hanya kepada Allah. Allah SWT menegaskan dalam surat al-A’raf ayat 172 sebagai berikut :

Artinya : “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah/lalai terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

Dalam ayat tersebut, Allah mengingatkan manusia agar tidak lalai terhadap ikrar mereka ketika di alam ruh. Namun demikian, dalam perjalanan hidupnya, manusia banyak yang lupa terhadap ikrar tersebut. Bahkan sebaliknya, kini mereka menyembah kepada harta, pangkat, dan jabatan, serta segala fasilitas hidup yang mereka peroleh di dunia ini. Oleh karena itu, Al Qur’an diturunkan untuk mengingatkan manusia agar penyembahan dan pengabdian itu hanya kepada Allah. Dengan demikian, jelaslah bahwa salah satu fungsi Al Qur’an adalah untuk media pengingat bagi manusia. Allah SWT berfirman pada surat Thaha ayat 2-3: Artinya : Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah, akan tetapi (Al Qur’an diturunkan) sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah).

Sebagai Obat.

Dewasa ini, banyak orang sakit yang tidak bisa dirujuk secara medis melalui kedokteran, baik penyakit jasmani maupun penyakit rohani. Oleh karena itu, obat penawar melalui Al Qur’an merupakan solusi yang sangat tepat. Sebagaimana Abu Sa’id al-Hudhri meriwayatkan sebuah hadits yang intinya: “Pada suatu hari, sebagian sahabat Nabi datang ke suatu kampung (untuk berdakwah). Penduduk kampung tersebut menolak kehadiran mereka, kecuali jika mereka bisa mengobati kepala kampung tersebut yang sedang sakit. Kemudian para sahabat tersebut mencoba untuk mengobatinya dengan membacakan surat Al Fatihah dan meludahkan kepada kepala kampung yang sedang sakit itu ternyata bisa sembuh. Atas peristiwa ini para sahabat tadi di samping diizinkan memasuki kampung mereka juga diberi hadiah kambing (HR Bukhori).

Atas dasar riwayat hadis inilah, saat ini banyak praktek ruqiyah (pengobatan) alternatif dengan bacaan ayat-ayat al-Qur’an. Allah SWT secara tegas mengisyaratkan fungsi al-Qur’an sebagai obat ini pada surat al-Isra’ ayat 82: Artinya : “Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian”.

Fungsi Al-Qur’an sebagai obat tentunya bisa digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Kalau untuk penyembuhan penyakit jasmani saja bisa, lebih-lebih untuk penyembuhan penyakit rohani tentu a-Qur’an lebih mujarab lagi. Allah SWT dalam surat Yunus ayat 57 berfirman: Artinya : “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”.

Jelaslah menurut ayat di atas bahwa al-Qur’an merupakan obat penyakit hati/rohani yang lebih sulit diatasi secara medis dari pada penyakit jasmani. Penyakit hati ini antara lain berupa tama’ (rakus), hasud (dengki), riya’ (suka pamer), dan takabur (sombong). Empat hal tersebut jika menempel pada diri seseorang maka secara tidak sadar dia telah terjangkit penyakit hati yang penawarnya harus dikembalikan kepada Al Qur’an. Penyakit hati tersebut jika tidak segera diobati bisa mendorong timbulnya penyakit jasmani yang semakin sulit diobati.

Pengobatan melalui konsep Al Qur’an, baik yang terkait penyakit jasmani maupun rohani ini telah dikembangkan oleh para ilmuan muslim pada abad kejayaan Islam. Misalnya (1) Ar-Rozi yang dikenal di Eropa dengan sebutan Rhazes, dia mengarang buku dengan judul Al-Hawi, yang terdiri atas 20 jilid. Buku ini membahas berbagai cabang ilmu kedokteran yang menjadi pegangan penting selama berabad-abad di Eropa. (2) Ibnu Sina, beliau mengarang ensiklopedia kedokteran yang berjudul Al-Qanun fi Al-Tibb yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin berpuluh kali dan dijadikan pegangan dalam ilmu kedokteran di Eropa sampai abad ke 17 Masehi. Dengan semangat jiwa Al Qur’an yang berfungsi sebagai obat mereka sukses mengembangkan ilmu kedokteran bahkan menjadi referensi para ilmuan Barat dan dikembangkan hingga saat ini.

Sebagai Petunjuk

Selain berfungsi sebagai media pengingat dan obat penyembuhan, al-Qur’an juga berfungsi sebagai petunjuk. Fungsi ketiga ini justru yang sangat penting dalam perjalanan hidup seseorang. Allah SWT menjelaskan pada ayat 185 surat al-Baqarah: Artinya : “Bulan Ramadhan, yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)”.

Sebenarnya, petunjuk yang diberikan Allah kepada manusia ada empat. Dan Al Qur’an ini merupakan petunjuk yang keempat setelah petunjuk yang berupa instink, indera, dan akal. (1) Instink; merupakan petunjuk dasar yang diberikan secara otomatis oleh Allah kepada manusia dan makhluk lainnya termasuk hewan. Dalam petunjuk instink ini, hewan bahkan lebih unggul dari pada manusia. Contohnya, anak kambing yang bisa mencari susu induknya hanya selang beberapa saat setelah dilahirkan, sedangkan anak manusia memerlukan waktu yang lama. (2) Indera; merupakan petunjuk Allah yang juga diberikan kepada hewan. Dalam hal petunjuk melalui indera ini, ternyata manusia juga masih kalah dengan hewan. Misalnya, dalam pendengaran lebah menurut hasil penelitian orang Barat bisa mendengarkan suara sesama lebah sampai dengan jarak tiga kilometer. Dalam Penglihatan manusia juga kalah dengan kucing yang matanya bisa tembus pandang sekalipun dalam kegelapan. Dalam segi kecepatan lari manusia kalah dengan kuda. Oleh karena itu untuk menjadi makhluk yang unggul manusia diberi petunjuk yang ketiga yaitu akal. (3) Akal; merupakan petunjuk Allah yang diberikan kepada manusia secara khusus. Dengan petunjuk akal ini, manusia bisa mengungguli hewan yang mempunyai kelebihan di bidang instink dan indera. Misalnya dari pendengaran manusia unggul dibanding hewan karena dengan akalnya bisa menciptakan telepon, dari penglihatan manusia bisa menciptakan televisi, dan dari kecepatan lari manusia bisa menciptakan alat transportasi.

Namun demikian, jika manusia hanya diberi petunjuk akal nampaknya belum cukup untuk mengantarkan kehidupan ini menjadi tenteram dan damai. Bahkan yang terjadi bisa sebaliknya, dengan akalnya manusia bisa merusak tatanan kehidupan, misalnya semakin manusia pandai di bidang ekonomi dia semakin terbuka untuk melakukan korupsi, dan semakin pandai di bidang hukum dia semakin terbuka untuk melanggar hukum. Pelanggaran-pelanggaran manusia dengan modal petunjuk akal ini akan menjerumuskannya ke lembah kenistaan yang bisa menjatuhkan posisinya menjadi lebih hina dari hewan. Oleh karena itu, Allah memberikan petunjuk yang keempat yaitu Al Qur’an. (4) Al Qur’an; merupakan petunjuk yang lengkap untuk mengantarkan kehidupan manusia menjadi lebih terhormat dibanding makhuk Allah yang lain. Dengan petunjuk Al Qur’an perjalanan hidup manusia menjadi terarah, ibarat rambu lalu lintas yang memberi petunjuk arah secara detail sehingga pengguna jalan tidak tersesat. Begitulah perjalanan hidup ini jika didasarkan pada rambu-rambu Al Qur’an maka manusia tidak akan mengalami kesesatan, dan dijamin sampai pada tujuan, yaitu surga yang dijanjikan oleh Allah SWT.

Demikianlah multifungsi Al Qur’an dalam kehidupan manusia. Kini dikembalikan kepada diri kita masing-masing, sejauh mana kita sudah mengfungsikan Al Qur’an dalam kehidupan ini. Semakin banyak kita fungsikan Al Qur’an tentu semakin terjamin kehidupan ini menuju ridho Allah. Akhirnya semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada kita sehingga mampu mengfungsikan Al Qur’an secara optimal dalam semua lini kehidupan kita. Amiiin

Sejarah Panjang Islam Di Negeri Cina

Mulai Sa’ad Bin Abi Waqqos Sampai Laksamana Cheng Ho

Bagi sebagian besar masyarakat, negeri Cina seolah-olah identik dengan ekonomi. Buktinya, di tanah air saja, para konglomerat rata-rata berasal dari keturunan Cina. Lantas, bagaimanakah sisi kehidupan agama di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu.

Jauh sebelum ajaran Islam diturunkan Allah SWT, bangsa Cina telah mencapai peradaban yang amat tinggi. Bahkan, tak bisa dipungkiri bahwa umat Islam juga banyak menyerap banyak ilmu pengetahuan serta peradaban dari negeri Tirai Bambu. Antara lain, ilmu ketabiban. Kehebatan dan tingginya peradaban masyarakat Cina ternyata sudah terdengar di negeri Arab sebelum tahun 500 M. Sejak itu, para saudagar dan pelaut dari Arab membina hubungan dagang dengan `Middle Kingdom’ – julukan Cina. Mereka dengan gagah berani mengarungi ganasnya samudera, berlayar dari Basra di Teluk Arab dan kota Siraf di Teluk Persia menuju lautan Samudera Hindia.
Sebelum sampai ke daratan Cina, para pelaut dan saudagar Arab itu melintasi Srilanka dan mengarahkan kapalnya ke Selat Malaka. Setelah itu, mereka berlego jangkar di pelabuhan Guangzhou atau orang Arab menyebutnya Khanfu. Guangzhou merupakan pusat perdagangan dan pelabuhan tertua di Cina. Sejak itu, banyak orang Arab yang menetap di Cina.
Ketika Islam sudah berkembang dan Rasulullah SAW mendirikan pemerintahan di Madinah, di seberang lautan Cina tengah memasuki periode penyatuan dan pertahanan. Menurut catatan sejarah awal Cina, masyarakat Tiongkok pun sudah mengetahui adanya agama Islam di Timur Tengah. Mereka menyebut pemerintahan Rasulullah SAW sebagai Al-Madinah.
Orang Cina mengenal Islam dengan sebutan
Yisilan Jiao yang berarti “agama yang murni”. Masyarakat Tiongkok menyebut Makkah sebagai tempat kelahiran “Buddha Ma-hia-wu” (Nabi Muhammad SAW).

Terdapat beberapa versi hikayat tentang awal mula Islam bersemi di dataran Cina. Versi pertama menyebutkan, ajaran Islam pertama kali tiba di Cina dibawa para sahabat Rasul yang hijrah ke al-Habasha Abyssinia (Ethopia). Sahabat Nabi hijrah ke Ethopia untuk menghindari penindasan kaum Quraish jahiliyah. Mereka antara lain; Ruqayyah, anak perempuan Nabi, Utsman bin Affan, suami Ruqayyah, Sa’ad bin Abi Waqqas, paman Rasulullah SAW dan sejumlah sahabat lainnya. Para sahabat yang hijrah ke Etopia itu mendapat perlindungan dari Raja Atsmaha Negus di kota Axum. Banyak sahabat yang memilih menetap dan tak kembali ke tanah Arab. Konon, mereka inilah yang kemudian berlayar dan tiba di daratan Cina pada saat Dinasti Sui berkuasa (581 M – 618 M).

Sumber lainnya menyebutkan, ajaran Islam pertama kali tiba di Cina ketika Sa’ad Abi Waqqas dan tiga sahabatnya berlayar ke Cina dari Ethopia pada tahun 616 M. Setelah sampai di Cina, Sa’ad kembali ke Arab dan 21 tahun kemudian kembali lagi ke Guangzhou membawa kitab suci Al-Quran. Ada pula yang menyebutkan, ajaran Islam pertama kali tiba di Cina pada 615 M – kurang lebih 20 tahun setelah Rasulullah SAW tutup usia. Adalah Khalifah Utsman bin Affan yang menugaskan Sa’ad bin Abi Waqqas untuk membawa ajaran Illahi ke daratan Cina. Konon, Sa’ad meninggal dunia di Cina pada tahun 635 M. Kuburannya dikenal sebagai Geys’ Mazars.
Utusan khalifah itu diterima secara terbuka oleh Kaisar Yung Wei dari Dinasti Tang. Kaisar pun lalu memerintahkan pembangunan Masjid Huaisheng atau Masjid Memorial di Canton – masjid pertama yang berdiri di daratan Cina. Ketika Dinasti Tang berkuasa, Cina tengah mencapai masa keemasan dan menjadi kosmopolitan budaya. Sehingga, dengan mudah ajaran Islam tersebar dan dikenal masyarakat Tiongkok.
Pada awalnya, pemeluk agama Islam terbanyak di Cina adalah para saudagar dari Arab dan Persia. Orang Cina yang pertama kali memeluk Islam adalah suku Hui Chi. Sejak saat itu, pemeluk Islam di Cina kian bertambah banyak. Ketika Dinasti Song bertahta, umat Muslim telah menguasai industri ekspor dan impor. Bahkan, pada periode itu jabatan direktur jenderal pelayaran secara konsisten dijabat orang Muslim.
Pada tahun 1070 M, Kaisar Shenzong dari Dinasti Song mengundang 5.300 pria Muslim dari Bukhara untuk tinggal di Cina. Tujuannya untuk membangun zona penyangga antara Cina dengan Kekaisaran Liao di wilayah Timur Laut. Orang Bukhara itu lalu menetap di di antara Kaifeng dan Yenching (Beijing). Mereka dipimpin Pangeran Amir Sayyid alias ‘So-Fei Er’. Dia bergelar `bapak’ komunitas Muslim di Cina.
Ketika Dinasti Mongol Yuan (1274 M -1368 M) berkuasa, jumlah pemeluk Islam di Cina semakin besar. Mongol, sebagai minoritas di Cina, memberi kesempatan kepada imigran Muslim untuk naik status menjadi Cina Han. Sehingga pengaruh umat Islam di Cina semakin kuat. Ratusan ribu imigran Muslim di wilayah Barat dan Asia Tengah direkrut Dinasti Mongol untuk membantu perluasan wilayah dan pengaruh kekaisaran.
Bangsa Mongol menggunakan jasa orang Persia, Arab dan Uyghur untuk mengurus pajak dan keuangan. Pada waktu itu, banyak Muslim yang memimpin korporasi di awal periode Dinasti Yuan. Para sarjana Muslim mengkaji astronomi dan menyusun kalender. Selain itu, para arsitek Muslim juga membantu mendesain ibu kota Dinasti Yuan, Khanbaliq.
Pada masa kekuasaan Dinasti Ming, Muslim masih memiliki pengaruh yang kuat di lingkaran pemerintahan. Pendiri Dinasti Ming, Zhu Yuanzhang adalah jenderal Muslim terkemuka, termasuk Lan Yu Who. Pada 1388, Lan memimpin pasukan Dinasti Ming dan menundukkan Mongolia. Tak lama setelah itu muncul Laksamana Cheng Ho – seorang pelaut Muslim andal.
Saat Dinasti Ming berkuasa, imigran dari negara-negara Muslim mulai dilarang dan dibatasi. Cina pun berubah menjadi negara yang mengisolasi diri. Muslim di Cina pun mulai menggunakan dialek bahasa Cina. Arsitektur Masjid pun mulai mengikuti tradisi Cina. Pada era ini, Nanjing menjadi pusat studi Islam yang penting. Setelah itu hubungan penguasa Cina dengan Islam mulai memburuk.


Masa Surut Islam di Daratan Cina
Hubungan antara Muslim dengan penguasa Cina mulai memburuk sejak Dinasti Qing (1644-1911) berkuasa. Tak cuma dengan penguasa, relasi Muslim dengan masyarakat Cina lainnya menjadi makin sulit. Dinasti Qing melarang berbagai kegiatan Keislaman.
Menyembelih hewan qurban pada setiap Idul Adha dilarang. Umat Islam tak boleh lagi membangun masjid. Bahkan, penguasa dari Dinasti Qing juga tak membolehkan umat Islam menunaikan rukun Islam kelima – menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah.
Taktik adu domba pun diterapkan penguasa untuk memecah belah umat Islam yang terdiri dari bangsa Han, Tibet dan Mogol. Akibatnya ketiga suku penganut Islam itu saling bermusuhan. Tindakan represif Dinasti Qing itu memicu pemberontakan Panthay yang terjadi di provinsi Yunan dari 1855 M hingga 1873 M.
Setelah jatuhnya Dinasti Qing, Sun Yat Sen akhirnya mendirikan Republik Cina. Rakyat Han, Hui (Muslim), Meng (Mongol) dan Tsang (Tibet) berada di bawah Republik Cina. Pada 1911, Provinsi Qinhai, Gansu dan Ningxia berada dalam kekuasaan Muslim yakni keluarga Ma.
Kondisi umat Islam di Cina makin memburuk ketika terjadi Revolusi Budaya. Pemerintah mulai mengendorkan kebijakannya kepada Muslim pada 1978. Kini Islam kembali menggeliat di Cina. Hal itu ditandai dengan banyaknya masjid serta aktivitas Muslim antaretnis di Cina

Tanya Jawab Hukum Islam

 Hukumnya Tato

Assalamu’alaikum. Bagaimana hukumnya tato, mohon dijelaskan. Semoga MU tambah oye. 081334551xxxx

Jawab:

Wassalamu’alaikum. Amin. Mudah-mudahan do’anya dikabulkan Allah, sehingga MU tambah baik dan bermanfaat.

Kita harus meyakini bahwa apa yang Allah berikan pada kita itulah yang terbaik untuk kita. Kita harus mensyukurinya, harus merawatnya serta menggunakannya untuk tujuan yang diridhoi Allah. Itulah yang dimaksud mensyukuri nikmat Allah yang sebenarnya.

Apa yang Allah berikan, karena itu yang terbaik ya jangan dirubah-rubah. Karena sesuatu yang sudah sempurna (normal) kalau dirubah malah tidak sempurna, nilainya semakin rendah. Siapa yang bisa menciptakan sesuatu yang melebihi ciptaan Allah. Oleh karena itu, segala upaya untuk merubah ciptaan Allah yang sudah baik dan normal, misalnya merubah gigi yang sudah baik, alis yang sudah baik, merubah kulit termasuk dengan ditato dilarang oleh agama. Karena hal itu merupakan bentuk ketidak syukuran atas nikmat Allah, bahkan terkesan menghina ciptaan Allah. Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an: …..Pati akan saya perintahkan mereka, mereka pasti akan mengubah ciptaan Allah…” (QS.An-Nisa:119)

Dalam hadits shohih, Rasulullah SAW memberi peringatan tentang larangan bertato, La’ana Rasulullahu shollollohu ‘alaihi wasallama al waasyimata wal muutasyimata wal waasyirah wal mustausyirah (Rasulullah SAW melaknat wanita yang menato dan minta ditato, yang memanggur dan yang minta dipanggur (menajamkan atau memendekkan gigi) (HR. Imam Muslim).

Tapo mendatangkan banyak kemudharatan. Merusak kulit, kesehatan serta image negatif di masyarakat, orang yang bertato dianggap orang yang rusak, suka berbuat jahat dan tidak berakhlak dsb. Tentu saja hal ini merugikan pelakunya dari sisi sosial, karena kurang dipercaya masyarakat. Oleh karena itulah Islam mengharamkan merubah ciptaan Allah termasuk tato.

Orang yang terlanjut bertato segera bertaubat, tidak mengulangi, menambah lagi. Syukur-syukur bisa mengajak temannya. Masalah ibadah wudhu, sholat tetap dilakukan meskipun ada tatonya. Jangan karena punya tato lantas tidak mau wudhu dan sholat.

 

Wanita Hamil Tidak Puasa

Assalamu’alaikum. Apakah boleh wanita hamil tidak berpuasa, karena tidak kuat dan khawatir dengan kesehatan dan keselamatan bayi. Apakah wajib fidyah atau cukup qodho saja?. 08564660xxxx

Jawab:

Wanita yang sedang hamil atau tidak menyusi boleh tidak puasa Raamadhan, demi kesehatan dirinya dan bayinya. Hanya saja, kalau masih sehat dan kuat untuk berpuasa lalu dia mokel (Berbuka) semata-mata demi kesehatan anaknya, maka setelah sempat dia diharuskan mengqodho puasanya dan membayar fidyah.

Dan apabila kesehatannya tidak memungkinkan, juga tidak kuat untuk berpuasa dan khawatir kalau tetap berpuasa akan berbahaya bagi kesehatannya, maka dia hanya diwajibkan mengqodho tanpa membayar fidyah. (At-Tadzhiib fii adillati matnil ghooyati wat-Taqriib, Bab As-Shiyam halaman 106)

 

Melampiaskan Hasrat

Jawab:

Apa hukumnya seorang laki-laki yang bekerja jauh dari istrinya, ketika sedang berhasrat dia melampiaskan dengan boneka. Dengan alasan daripasa zina. Apakah Allah SWT masih mengampuni orang yang melakukan masturbasi pad,ahal dia tahu itu perbuiatan dosa. 08573513xxxx dan 08161572xxxx

Jawab:

Islam telah mengatur bagaimana seorang laki-laki maupun perempuan menyalurkan hasrat syahwatnya yakni lewat pernikahan. Hasrat itu disalurkan pada pasangannya (suami istri), juga boleh disalurkan kepada hamba sahaya yang diperoleh dengan cara yang sah (dizaman kuno ketika masih ada perbudakan), selain itu (laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan atau lesbi atau suami istri tapi (maaf) yang dimasuki duburnya atau usaha sendiri (masturbasi atau onani) atau laki-laki dan perempuan di luar nikah (zina) itu semua dilarang oleh Al-Qur’an.

Di dalam al-Qur’an disebutkan salah satu sifat orang mukmin yang beruntung. Allah SWT berfirman: ..Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,kecuali terhadap istri-istri mereka dan (wanita) yang di bawah kekuasaannya. Barang siapa yang mencari selain itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas (QS. Al-Mukminun: 5-7)

Barang siapa yang mencari pemenuhan hasrat di luar hubungan suami istri yang sah, maka mereka termasuk orang yang melampaui batas, sedangkan perbuatan yang melewati batas hukumnya haram.

Dalam kitab Subulus Salam syarah Bulughul Maram, disebutkan penjelasan hadits; Ya ma’syaros syabab, manis tathoo’a minkumul baa-ata fal yatazawwaj, fainnahu aghoddu lil bashori wa ahshonu lilfarji. W a man lam yastathi’ fa’alaihi bisshoumi fainnahu lahuu wijaa-un. (Wahaipara pemuda, barang siapa diantara kalian yang mampu, maka hendaklah menikah, karena (pernikahan itu) lebih bisa mengendalikan pandangan dan enjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu (menikah) maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu jadi tameng bagi bagi dirinya).

Dalam hadits tersebut, kanjeng Nabi memberikan alternatif bagi yang belum ammpu menikah dengan berpuasa, bukan dengan jalan yang lain.

Memang jenis –jenis larangan di atas ada yang termasuk larangan berat (dosa besar) seperti zina, homo atau lesbi dan ada juga yang tingkat haram dan dosanya di bawah itu, termasuk masturbasi tetapi tetap saja hukumnya haram, pelakunya harus berhenti dan bertaubat.

 

Haidnya Molor

Assalamu’alaikum. Saya pemakai alat kontrasepsi IUD, sebelum memakai alat ini saya biasanya haidh tujuh hari, tapi sekarang bisa lebih dari sepuluh hari. Bagaimana dengan sholat saya, apakah setelah tujuh hari saja atau menunggu sampai bersih (selesai). 081233221xxx

Jawab:

Wassalamu’alaikum. Masa haidh bagi para wanita memang tidak sama. Tapi menurut para ulama, masa haidh itu minimal satu hari satu malam, umumnya tujuh hari dan paling lama lima belas hari. Bagi wanita yang mengalami haidh di atas tujuh hari, jangan langsung sholat, meskipun sebelum-sebelumnya hanya tujuh hari, tapi sholatnya tetap menunggu sampai betul-betul bersih, asalkan tidak melebihi lima belas hari. Kalau sudah lima belas hari kok masih keluar darah, maka mulai hari ke enam belas dia harus sholat. Darah yang keluar di atas lima belas disebut darah istihadhoh. Caranya setiap sholat harus membersihkan kemaluannya lalu wudhu untuk satu sholat satu kali wudhu, tidak bisa satu wudhu untuk dua sholat. Sebagaimana disebutkan dalam hadits: Seorang wanita sowan kepada kanjeng Nabi, ia berkata: “Wahai Rasulullah, saya sedang mengalami istihadhoh, apakah aku meninggalkan sholat?”. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya itu (istihadhoh) adalah keringat bukan haidh. Kalau haidh datang tinggalkanlah sholat,apabila telah selesai maka mandilah lalu sholat”. (HR. Bukhari Muslim) (At-Tadzhiib fii adillati matnil ghooyati wat-Taqriib, halaman 34-35)

 

Kurban Dulu atau Menabung Haji

Saya sedang niat beribadah haji dan sudah mulai menabung. Dan setiap Idul Adha kami biasanya berkurban. Apa sebaiknya tidak berkurban dulu agar kami dapat melunasi tabungan haji.

Jawab:

Alhamdulillah, Anda patut bersyukur karena sudah dsiberi kemampuan untuk nyelengi biaya ibadah haji. Berkaitan dengan posisi Anda saat ini, Anda tetap saja kurban sambil terus menabung semampunya. Kita diperintahkan melakukan amal yang sudah di depan mata (dalam hal ini berkurban). Jangan sampai amalan yang sudah di depan mata ditinggalkan hanya karena berharap bisa melakukan amalan yang masih jauh yang sekarang belum wajib hukumnya (karena belum istitho’ah /mampu) dan belum tentu bisa melakukan.

Selanjutnya, niat ibadah haji tetap ditanamkan tapi tetap melakukan hal-hal (ibadah) lain yang sudah bisa dilakukan, misalnya membantu orang yang butuh bantuan termasuk juga berkorban. Perlu diketahui bahwa ibadah haji itu diwajibkan apabila sudah istitho’ah dan yang dimaskud istitho’ah adalah adanya biaya (akomodasi dan transportasi), kondisinya sehat.

 

Nikah Beda Agama

Ass. Saya punya teman yang sebentar lagi melangsungkan pernikahan, tapi pasangan ini beda agama. Keduanya masih mempertahankan agamanya masing-masing. Rencananya, setelah menikah secara kristen, mereka akan menikah lagi secara Islam. Bagaimana hukumnya (081334451xxxx)

Jawab:

Pernikahan bagaimanapun caranya, misalnya dengan cara Islam atau cara kristen, kalau kedua calon itu sudah beda agama maka pernikahan tetap tidak sah. Sebab, yang penting itu bukan hanya bagaimana cara pernikahannya tapi syarat pernikahannya juga harus dipenuhi dahulu. Diantara syaratnya adalah kedua calon pengantin itu harus beragama Islam. Majelis Ulama Indonesia sudah mengeluarkan fatwa tentang haramnya nikah beda agama.

Di dalam al-Qur’anpun sudah dijelaskan larangan menikah dengan non msulim. Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak wanita yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman.. (QS. Al-Baqoroh:221)

Dalam ayat tersebut dinyatakan dengan tegas larangan menikah dengann orang musyrik. Dan dalam ayat yang lain, disebutkan bahwa orang-orang yang meyakini trinitas itu ternasuk musyrik lagi kafir. Allah SWT berfirman:

Sungguh telah kafir orang-orang yang mengatakan: “bahwasannya Allah adalah salah satu dari yang tiga”. Padahal sesekali tiada Tuhan (yang berhak disembah) selainn Tuhan Yang Esa. (QS. Al-Maidah: 72-73).

 

Kenapa Disunnahkan Aqiqah

Assalamu’alaikum. apakah manfaat aqiqah dan apa pengaruh terhadap perkembangan fisik maupun mental seorang anak? Dan hukumnya bagaimana bila tidak mampu? Terimakasih (03418160xxx).

Jawab :

Wa’alaikum salam. Aqiqah merupakan salah satu syari’at Islam. Dalil disyari’atkannya aqiqah adalah hadis nabi s.a.w., antara lain: “Dari Ibnu Abbas r.a., sesungguhnya Rasulullah SAW mengaqiqahkan (cucunya) Hasan dan Husein dengan masing-masing satu kambing” HR. Abu Dawud. Dalam hadits yang lain disebutkan;“Dari Aisyah r.a., sesungguhnya Rasulullah s.a.w. memerintahkan kepada para sahabat untuk mengaqiqahkan anak laki-lakinya dengan dua kambing yang besar dan anak perempuan satu kambing” HR. al-Tirmidzi, dan menurutnya hadis ini shahih.

Dari Samurah r.a., Nabi SAW bersabda: “Setiap anak digadaikan dengan aqiqahnya, yang disembelih untuknya pada hari ke 7 kelahirannya, dan dicukur rambutnya dan diberi nama” HR. Ahmad, dan dianggap shahih oleh at-Tirmidzi.

Perlu kita yakini bahwa setiap yang disyariatkan oleh Allah SWT pasti akan membawa manfaat bagi yang melaksanakannya, termasuk aqiqah. Para ulama telah mengungkap berbagai hikmah dari aqiqah, misalnya sebagaimana yang diuraikan oleh Imam ar-Ramli, salah satu ulama besar mazhab Syafi’iyyah, dalam kitabnya Nihayah al-Muhtaj syarh al-Minhaj: “Hikmah dari aqiqah adalah untuk menampakkan rasa gembira dan rasa syukur atas nikmat yang telah dianugerahkan. Dan untuk menyiarkan kepada publik tentang adanya ikatan nasab (antara orang tua dan anak yang dilahirkan)”

Keterangan Imam ar-Ramli tersebut menegaskan bahwa selain sebagai ungkapan rasa syukur orang tua atas nikmat dianugerahi seorang anak, aqiqah juga dapat menjadi media untuk mengumumkan kepada publik bahwa anak yang telah dilahirkan tersebut adalah bagian dari keluarga tersebut. Dengan begitu, kalau di kemudian hari jika ada perkara perdata, misalnya masalah waris ataupun pernikahan, maka publik bisa menjadi saksi dari hal tersebut. Tentu saja ini sangat bermanfaat bukan saja bagi orang tua, tapi juga bagi si anak.

Perlu saya sampaikan bahwa aqiqah, sebagaimana uraian di atas, hukumnya adalah sunnah. Artinya, bagi orang yang tidak mempunyai kelebihan dana untuk beraqiqah, maka tidak usah dipaksakan, misalnya dengan meminjam. Allah SWT tidak mentaklifkan (membebankan) sesuatu kecuali sesuai kemampuanya.

Di samping itu, kalau belum mampu diaqiqahkan pada saat umur 7 hari, maka boleh dilaksanakan setelah itu, ketika kondisi keuangan sudah memungkinkan. Bahkan kalau misalnya orang tua belum mampu mengaqiqahkan anaknya sampai orang tua tersebut meninggal, maka juga tidak berdosa. Si anak setelah besar dan mampu tetap disunnahkan untuk mengaqiqahkan dirinya, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

 

Bingung Menentukan Arah Qiblat

Assalamu’alaikum. Mohon dijelaskan cara menentukan arah qiblat jika kita akan melakukan sholat di rumah. (03417386xxx).

Jawab :

Wa’alaikum salam. Menghadap kiblat (istiqbal al-qiblah) dan mengetahui masuknya waktu shalat (al-‘ilm bi dukhul al-waqt) merupakan salah satu syarat sahnya shalat, sehingga shalat tidak sah tanpa memenuhi kedua hal tersebut. Namun demikian, ketentuan tersebut tidaklah mutlak harus dilaksanakan dalam segala keadaan. Agama Islam adalah agama yang sangat fleksibel, karena sangat memperhatikan kondisi umatnya dalam melaksanakan segala ketentuan yang ada. Oleh karenanya dalam keadaan tertentu, ketentuan syariah yang sudah ada dapat berubah hukumnya. 

Tentang keharusan mengarah kiblat dijelaskan dalam al-Qur’an: Dan dari mana saja kamu keluar (datang), Maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram (QS. al-Baqarah: 149).

Namun demikian, ketika ketentuan tersebut sulit untuk dilakukan, misalnya karena tidak tahunya arah kiblat secara tepat sebagaimana yang anda alami, maka dalam hal ini ketentuan tersebut boleh untuk tidak dilaksanakan.

Namun sebelumnya terlebih dahulu harus dilakukan usaha untuk mencari tahu tentang arah kiblat yang benar. Untuk menentukan arah kiblat, ada beberapa cara atau langkah yang jadi pilihan. Kalau di lingkungan itu ada musholla atau masjid maka qiblatnya cukup mengikuti arah kiblat masjid atau musholla tersebut (dengan cara mengkira-kira). Bisa juga mengundang ahli hisab untuk menghitung atau menentukan arah kiblat di musholla rumahnya. Atau cukup dengan membeli kompas. Kalau wilawayahnya normal (tahu benar mana barat dan timur, maka setelah tahu mana barat secara persis maka arahnya diarahkan ke samping kira-kira 21 derajat.

Selain itu, Anda juga bisa bertanya kepada orang yang dapat dipercaya. Tapi, kalau waktu shalat sudah hampir habis anda cukup mengira-ngira saja arah kiblat yang anda yakini benar. Kemudian shalatlah dengan menghadap kiblat sebagaimana hasil ijtihad tersebut. Walaupun ternyata arah tersebut tidak mengarah ke kiblat secara benar, akan tetapi shalatnya tetap dianggap sah, berdasarkan hadits Rasul SAW:

Abu Hurairah r.a. berkata: Rsulullah SAW bersabda: “Antara arah timur dan arah barat adalah kiblat”. HR. Tirmidzi dan Bukhari.

Misalnya al-Imam an-Nawawi menjelaskan dalam kitabnya al-Majmu’ Syarh al-Muhazzab sbb: “Jika orang yang berada jauh dari ka’bah tidak mengetahui arah kiblat, dan tidak menemukan mihrab (untuk dijadikan pedoman arah kiblat), dan juga tidak menemukan orang yang dapat memberitahu arah kiblat, maka ia harus melakukan ijtihad, yaitu berusaha mengira-ira arah kiblat, kemudian melaksanakan shalatnya dengan menghadap kiblat hasil ijtihadnya tersebut

Pengajian Ulama

 Gus Ja’far

PP. Al-Fattah, Singosari

Merenungi Peristiwa Isro’ Dan Mi’roj

Isra’ dan Mi’raj merupakan suatu peristiwa besar. Dalam peristiwa penuh hikmah ini paling tidak ada tiga nabi dan rasul-Nya sebagai tanda bukti tentang kenabian dan kerasulannya. Kedua, unsur sejarah. Dengan demikian berarti, kita dituntut untuk selalu menelusuri, menapaktilasi sejarah kehidupan para nabi dan rasul (QS. Hud 120). Ketiga, unsur pendidikan dan pengajaran. Artinya, setiap mukmin dalam melewati jalan raya hidup dan kehidupan ini pasti dihadapkan pada berbagai macam persoalan hidup, tantangan-tantangan hidup, problematika kehidupan, baik yangmenyangkut problematika spiritual, problematika sosial kemasyarakatan, problematika pemikiran maupun problematika kebangsaan dan kenegaraan.

Itulah sebabnya, hasil maksimal dari pelajaran Isra’ dan Mi’raj adalah ditetapkannya shalat lima waktu sebagai kewajiban asasi dan pribadi bagi setiap muslim.

Seruan melaksanakan sholat itu dilakukan melalui adzan. Nah, kalau kita cermati kalimah-kalimah adzan, kita memperoleh suatu kejelasan bahwa shalat adalah sebuah jalan yang akan menghantarkan kita menggapai kemenangan dunia dan akhirat (hayya ‘alash sholaah dan hayya ‘alal falaah).

Mengapa demikian? Karena kandungan shalat itu sendiri ada delapan macam. Sebagaimana do’a yang kita baca saat kita duduk di antara dua sujud, yaitu: Rabbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii, wa’aafinii, wa’fu’annii. Artinya dalam pelaksanaan shalat lima kali dalam sehari semalam, mudah-mudahan kita berhak memperoleh: 1.Ampunan dari Allah. 2. Kasih sayang dari Allah. 3. Kesempurnaan dari Allah. 4. Derajat kemulyaan dari Allah. 5. Rizqi dari Allah. 6. Petunjuk dari Allah. 7. Kebugaran dan 8. Ampunan Allah. Itulah arti dan makna do’a yang diajarkan nabi SAW kepada salah seorang sahabat yang paling dekat dengan nabi, yaitu Abu Dzar al-Ghiffari.

Salah satu upaya untuk memahami makna dan rahasia peristiwa Isro’ dan Mi’roj yang lain kita perlu merujuk sabda Nabi SAW: “Laa tusyaddur rihaalu illaa ilaa fii tsalaatsati masajida, masjidil haroom wa masjidiy haadzaa masjidil aqshoo” Artinya: Tidak perlu diupayakan secara maksimal suatu perjalanan kecuali menuju salah satu dari 3 masjid ini; masjdil Aqsho Palestina, masjid Nabawi di Madinah dan masjidil Haram di Makah.

Mengapa? Sebab ditinjau dari segi pahala, sholat di Masjidil Haram, Makkah sama dengan 100 ribu kali sholat di Masjid Istiqlal, Jakarta. Sholat di Masjid Nabawi, Madinah sama dengan 10 ribu kali sholat di masjid-masjid pada umumnya dan sholat di Masjidil Aqsho, Palestina sama dengan seribu roka’at di masjid-masjid yang lain.

Jadi untuk memahami makna dan rahasia peristiwa besar Isra’ dan Mi’raj yang digunakan adalah pendekatan Imani. Karena, sebagaimana kita maklumi bersama, sumber dasar ilmu pengetahuan adalah Trial and Error (uji coba dan kesalahan) yang dapat digunakan untuk eksperimen, observasi dan lain sebagainya. Akan tetapi terhadap peristiwa ini tidak bisa kita samakan dengan hal itu karena kejadiannya hanya terjadi sekali.

Secara filosofis, makna sholat ada tiga. Yaitu Tahiyyat (ucapan-ucapan, tanggapan dan pembicaraan yang sopan dan bagus), Sholawat (tindakan-tindakan yang mencerminkan akhlaqul karimah) dan Thoyyibaat (makanan-makanan yang halal dan sehat) dan Jika ketiga hal di atas dapat kita penuhi maka kita berhak mendapatkan as-Salaam, ar-Rohmah dan al-Barokah.

Semoga penyelenggaraan peringatan Isro’ dan Mi’roj dengan segala macam visi dan misinya membawa perubahan secara mendasar bagi upaya peningkatan kualitas muslim Indonesia khususnya dan muslim seluruh dunia pada umumnya. Amin Yarobbal’Alamin

 

Pengajian Gus Suyuthi Dahlan

Pengasuh PP. Nurul Ulum.

Masuk Golongan Orang yang Bahagia

Secara umum manusia sejagat raya ini terbagi dalam dua golongan. Golongan orang-orang yang bahagai (sa’iidun) dan orang-orang yang celaka (syaqiyyun). Demikian juga nanti di akhirat, pada akhirnya manusia juga akan terbagi dua golongan ini. Allah SWT berfirman: Di kala datang hari itu, tidak ada seorangpun yang berbicara, melainkan dengan dengan izin-Nya. Maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang bahagia. (QS. Huud:105).

Di dalam kitab hadits Al-Arba’in an-Nawawiyah pada hadits ke empat riwayat Bukhari Muslim diterangkan bahwa pada saat manusia berusia (empat bulan) atau 120 hari dalam rahim ditiupkanlah ruhnya kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk mencatat berapa umurnya (ajalnya), berapa rezekinya dan dicatat apakah termasuk orang yang bahagia atau celaka.

Nah, karena kita tidak tahu apakah kita termasuk orang yang ditetapkan bahagia atau celaka maka kita harus terus berdo’a agar dijadikan orang yang bahagia. Para ulama memberikan tuntunan pada setiap malam Nisfu Sya’ban kita dianjurkan membaca do’a : Allaahumma in kunta katabta ismii syaqiyyan fii diwaanil asyqiyaa-I famhuhu waktubnii fii diwaanis su’adaa-i. Wa in kunta katabta ismii sa’iidan fi diwaanis su’adaa-I fa atsbithu fainnaka qulta fikitabikal karim, “Yamhullaahu maa yasyaa-u wa yutsbitu, wa indahuu ‘ilmul kitaabi”.

Artinya: Ya Allah, apabila Engkau telah menetapkan namaku sebagai orang yang celaka di golongan orang-orang yang celaka, maka hapuslah dan tetapkanlah aku dari golongan orang-orang yang bahagia. Dan apabila Engkau telah menetapkan namaku sebagai orang yang bahagia pada golongan orang-orang yang bahagia, maka tetapkanlah. Karena sesungguhnya Engkau telah mengatakan dalam kitab suci-Mu: “Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki). Dan di sisi Allah ilmu kitab”.

Dengan mengumandangkan do’a terutama pada malam nisfu Sya’ban ini, kita memohon kalau dahulu ketika di alam arwah kita ditulis pada golongan orang yang celaka agar dibusek (dihapus) dan diganti catatannya sebagai orang yang bahagia. Sebaliknya kita juga memohon kalau kita sudah dicatat pada golongan orang yang bahagia, kita mohon agar ditetapkan bahagia sampai di akhirat nanti.

Kenapa kita berdo’a. Menurut Syekh Afif Abdul Fattah, seorang ulama Mesir berdo’a itu merupakan naluri dasar manusia. Setiap manusia akan membutuhkan pertolongan. Coba saja kalau kita sedang kesulitan, kita akan teriak-teriak minta tolong. Hanya saja dalam minta tolong ini, manusia berbeda-beda. Ada yang minta tolong ke dukun dan sejenisnya, ada yang minta tolong kepada Allah. Bagi orang-orang yang beriman tentu saja harapan dan permohonan pertolongan itu hanya ditujukan kepada Allah. Allah SWT sudah menegaskan dalam al-Qur’an bahwa manusia memang makhluk faqir yang membutuhkan Allah. Allah SWT berfirman:

Hai manusia, kamulah yang berkehendak (butuh) kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu) (QS. Fathir: 15-16).

Karena kita makhluk lemah yang membutuhkan pertolongan Allah, maka kita perlu memperbanyak do’a, memperbanyak memohon kepada-Nya. Orang yang tidak mau berdo’a atau mohon pertolongan kepada Allah termasuk orang yang sombong. Orang yang sombong sangat dibenci Allah SWT.

 

KH. Musthofa

Anggota Komisi Fatwa MUI Kabupaten Malang

 

Alhamdulillahiladzia an’ama alaiana wa hadaana alaa diinil islam. Maksud doa ini kita dijadikan umat islam ini adalah nikmat yang amat besar. Sebab kalau sudah mau islam akan mau menjalankan syariat. Kalau sudah menjalankan syariat maka akan mau menjalankan thorikoh. Kalau sudah menjalankan thorikoh maka akan mauk pada hakikat. Klau sudah menjalankan hakikat akan njegur (masuk ) kedalam samudera kemakrifatan

Syariat kita itu mengerem jangan samapi kita mau melakukan maksiat. Syariat kita akan sempurna bila didukung dengan tiga perkara. Thorikoh yang dimaksudkan thorikoh disisni bukan organiisasi thorikohnya namun Tingkah laku dan amliyahnya. Thororikoh itu adalah jalan yang ditempuh oleh kita untuk mendapatkan barang yang mahal harganya . Apakah barang yang mahal harganya itu? Yaitu hakikat dan makrikat.

Kesempurnaan dari syariat, thorikoh , hakikatdan makrifat itu adalah amaliyah para ulamaillah, auiliyaaillah, anbiyaailllah. Nah ita selaku ummatnya para nabi khusussipun nabiyyuna Muhammad saw bila ingin sempurna harus mau diajak berdzikir. Masuklah thorikoh.

Kalau ditanya thorikoh apa yang bisa saya masuki. Terserah sampeyan. Apakah itu thorikoh Qodariyyah, Naqsyabandiyyah, Burhaniiyyah, Syadzaliyah, Umariyyah, Syatoriyyah. Semua itu sama baiknya. Tapi thorikoh yang paling gampang lan hebat sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah saw Afdholut Thuruq Illah Thoriqotut Ta’lim Wa Ta’alum . Artinya: Thorikoh yang paling hebat tur gampang hubungannya antara guru dan murid yaitu Thorikoh Taklim (mengajar) dan Ta’alum (Mengaji).

Thorikoh mengajar itu bagi orang yang bisa dan mempunyai ilmu untuk disampaikan kepada ummat. Nah bagi yang tidak punya ilmu dan belum bisa mengajar tempuhlah thorikotut ta’alum (mengaji). Mengaji itu , masya Allah pahalanya. Bila diberikan sekarang, kita tidak kuat mikulnya. Namun kenapa kita ini kalau diajak mengaji kok abot (terasa berat). Orang yang mau mengaji itu menguntungkan dirinya baik di dunia, lebih-lebih besok di hadapan Allah SWT

Setiap diri kita harus mempunyia tanggung jawab menyempurnakan syariat. Kalau syariatnya berjalan disambung dengan thorikoh.Torikohnya berjalan disambung dengan hakikat , yen thorikohnya berjalan terus disambung dengan makrifat. Dengan begitu hati kita akan menjadi bening dan mempunyai Nur (bercahaya). Kalau hati kita sudah bercahaya maka akan bisa mengerem bila nafsu ingin berbuat maksiat.

Zaman sekarang ini bagaimana caranya bisa menyalamatkan diri, amaliyah serta ibadah kita agar tidak rusak. perbanyaklah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad saw. Sebab setiap sholowat itu pasti diterima oleh Allah SWT dan tersampaikan kepada Rasulullah.

Sayyid Abdurrahman bin Musthofa al aydrus mengatakan bahwa Nur Muhammad itu sudah jauh dari kita. Sudah 1429 tahun yang lalu. Jadi kalau di lihat Nur Muhammad Itu sinarnya terlihat sudah redup, tidak seterang saat nabi Muhammad masih hidup. Bisa dikatakan semakain lama dunianya semakin peteng dedet (gelap). Buktinya apa ? ya kita lihat saja tingkah laku manusia yang semakin rusak. Nah kita harus memohon kepada Allah mudah-mudahan kita yang hidup di akhir zaman ini tetap mendapatkan pancaran nur Muhammad yang sudah mulai redup itu agar kita selamat. Caranya mengajilah dan perbanyaklah membaca sholawat.

 

 

KH. Musthofa

Anggota Komisi Fatwa MUI Kabupaten Malang

Mengajipun Termasuk Thariqoh

Alhamdulillahil ladzia an’ama alaiana wa hadaana alaa diinil islam. Maksud dari doa ini adalah pengakuan bahwa kita dijadikan sebagai umat Islam itu merupakan nikmat yang amat besar. Sebab kalau sudah mau Islam, maka akan mau menjalankan syariat. Kalau sudah menjalankan syariat maka akan mau menjalankan thoriqoh. Kalau sudah menjalankan thorikoh maka akan masuk pada hakikat. Kalau sudah menjalankan hakikat akan njegur (masuk) ke dalam samudera kemakrifatan

Syari’at kita itu mengerem kita jangan sampai kita melakukan maksiat. Syari’at kita akan sempurna bila didukung dengan tiga perkara. Pertama, thoriqoh. Yang dimaksudkan thoriqoh disisni bukan organiisasi thorikohnya namun tingkah laku dan amaliyahnya. Thoriqoh itu adalah jalan yang ditempuh oleh kita untuk mendapatkan barang yang mahal harganya. Apakah barang yang mahal harganya itu?, yaitu hakikat dan makrikat.

Kesempurnaan dari syariat, thoriqoh , hakikat dan makrifat itu adalah amaliyah para nabi, para wali dan para ulama. Nah, kita selaku ummatnya para nabi khususnya Nabi Muhammad SAW bila ingin sempurna maka harus mau diajak berdzikir, masuklah thoriqoh.

Kalau ditanya thoriqoh apa yang bisa saya masuki. Terserah sampeyan. Apakah itu thoriqoh Qodariyyah, Naqsyabandiyyah, Burhaniiyyah, Syadzaliyah, Umariyyah, Syatoriyyah. Semua itu sama baiknya. Tapi thoriqoh yang paling gampang dan hebat adalah sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah SAW: Afdholut thuruuqi Ilallah, thoriqotut ta’lim wa ta’alum. Artinya: Thorikoh yang paling hebat dan gampang hubungannya antara guru dan murid yaitu thoriqoh taklim (mengajar) dan ta’alum (mengaji).

Thoriqoh mengajar itu bisa dilakukan oleh orang yang mempunyai ilmu untuk disampaikan kepada ummat. Nah bagi yang tidak punya ilmu dan belum bisa mengajar tempuhlah thoriqotut ta’alum (mengaji). Mengaji itu, masya Allah pahalanya. Bila diberikan sekarang, kita tidak kuat mikulnya. Namun, kenapa kita ini kalau diajak mengaji kok abot (terasa berat). Orang yang mau mengaji itu menguntungkan dirinya baik di dunia, lebih-lebih besok di hadapan Allah SWT.

Setiap diri kita harus mempunyia tanggung jawab menyempurnakan syari’at. Kalau syari’atnya berjalan disambung dengan thorikoh.Torikohnya berjalan disambung dengan hakikat. Kalau thoriqohnya berjalan terus disambung dengan makrifat, maka hati kita akan menjadi bening dan mempunyai nur (bercahaya). Kalau hati kita sudah bercahaya maka akan bisa mengerem bila nafsu ingin berbuat maksiat.

Zaman sekarang ini sudah sedemikain rusak. Bagaimana caranya kita bisa menyalamatkan diri, amaliyah serta ibadah kita agar tidak rusak. perbanyaklah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad saw. Sebab, setiap sholowat itu pasti diterima oleh Allah SWT dan tersampaikan kepada Rasulullah.

Sayyid Abdurrahman bin Musthofa al Aydrus mengatakan bahwa Nur Muhammad itu sudah jauh dari kita. Sudah 1429 tahun yang lalu. Jadi kalau dilihat Nur Muhammad itu sinarnya terlihat sudah redup, tidak seterang saat nabi Muhammad masih hidup. Bisa dikatakan semakin lama dunianya semakin gelap. Buktinya apa ? ya kita lihat saja tingkah laku manusia yang semakin rusak. Nah kita harus memohon kepada Allah mudah-mudahan kita yang hidup di akhir zaman ini tetap mendapatkan pancaran nur Muhammad yang sudah mulai redup itu agar kita selamat. Caranya mengajilah dan perbanyaklah membaca sholawat.

 

Pengajian Kyai Imran Jamil

Jombang.

Merasakan Nikmatnya Ibadah dengan Mengenal Allah

Apabila Allah Ta’ala telah membukakan pintu makrifat untuk seorang hamba, engkau tidak perlu kepada amalanmu yang memang sedikit itu. Karena Allah telah membuka makrifat untukmu itu, berarti Allah berkehendak memberi anugerah-Nya kepadamu, sedangkan amal-amal yang engkau lakukan adalah semacam pemberian ketaatan kepada-Nya. Kalau demikian, maka di manakah letaknya perbandingan antara ketaatan seorang hamba dengan anugerah yang diterima dari Allah?”

Makrifat kepada Allah adalah tujuan yang hendak dijangkau oleh seorang hamba, dan cita-cita yang diharapkan. Apabila seorang hamba menghadap Allah Ta’ala karena telah dibukakan pintu makrifat, maka ia akan mendapatkan ketenangan dalam makrifat itu, karena di dalamnya akan dijumpai kenikmatan rohani yang berlimpah-limpah. Selain itu, ia akan senantiasa berhasrat untuk memperbanyak amal ibadah, disebabkan begitu banyak keutamaan yang diberikan Allah kepadanya.

Dengan makrifat itu, seorang hamba akan semakin tebal keyakinannya dan semakin dekat kepada Allah karena ia dapat memandang Allah dengan makrifat itu. Yang dimaksud melihat di sini adalah melihatnya seorang hamba dengan mata hati sanubari (basiroh)-nya.

Hamba Allah yang dekat kepada Allah, ia akan mampu mengenal Allah dengan baik, karena makrifat menurut arti harfiyahnya sama dengan mengenal. Maksudnya, dekat dengan Allah serta mengenal akan sifat-sifat Allah serta beriman sepenuhnya dengan sifat-sifat yang mulia itu.

Dalam ibadah seorang hamba yang bermakrifat kepada Allah, berarti ia benar-benar dapat mengenal Allah. Dengan mata hatinya yang bersinar ia mendekati Allah untuk mendapatkan rahmat dan kasih sayangnya.

Makrifat bagi seorang hamba diperlukan dalam beribadah dan beramal. Sebab, dengan makrifat ia akan sampai kepada tingkatan haqqul yakin (keyakinan yang benar-benar mantap). Dalam mengenal Allah, manusia terbagi dalam tiga tingkata. Pertama mengetahui adanya Allah. Setiap orang yang beriman, wajib a mengetahui bahwa Allah Ta’ala itu ada. Dalam tahap ini ia baru berada dalam tingkatan ilmul yaqin. Kedua, ketika seorang hamba mengenal Allah dengan baik menurut ilmu Allah sendiri, maka ia telah berada pada tingkat ainul yaqin. Dan ketika pengenalannya dengan Allah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan dalam tingkat makrifat, maka ia telah berada dalam keadaan haqqul yaqin.

Makrifat kepada Allah dalam tiga tahap ini adalah tugas yang harus dimiliki oleh si hamba dari waktu ke waktu dalam menyempurnakan iman dan ibadahnya kepada Allah.

Kedudukan makrifat tidak boleh bertentangan dengan akidah dan syariat. Yang bersumber kepada Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw. Hamba yang makrifat kepada Allah, tidak berarti ia mengurangi ibadah dan amalnya, justru makin tinggi maqam (derajat) seorang hamba, makin banyak pula ibadahnya dan makin sempurna amalnya. Hamba yang saleh dan sempurna kemakrifatannya, adalah orang yang kokoh imannya dan tekun ibadahnya. Sebab, antara iman dan amal saleh tidak dapat dipisahkan dalam ibadahnya. Seperti firman Allah dalam surat At Tin ayat 6, “Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putus.”

Makrifat kepada Allah (menurut akidah dan syariat) hendaklah berdasarkan iman dan amal saleh. Walaupun pahala bagi seorang hamba yang makrifat bukanlah tujuan. Sebab yang menjadi tujuan dan yang dicarinya ialah ridho Allah Ta’ala

Konsultasi Keluarga

 Jadi Bujang Lapuk

Ass.Saya lelaki usia 30 tahun. Hingga kini belum mendapatkan jodoh yang sesuai dengan orangtua, minta petunujuknya kyai? 0856465xxx

Jawab

Wss. Bisa jadi Ananda memang sedang diuji oleh Allah SWT. Maka bersabarlah dan terus ikhtiyar agar jodoh ananda mendekat. Caranya ananda harus mendekat terlebih dahulu kepada Dzat Yang Maha mendekatkan di antara hamba–hambaNya. Perbanyak dzikir dan berdoa kepada Allah: ”Ya Allah, Hamba mohon diberikan jodoh yang sholihah Ya Allah.” Untuk itu perbanyaklah membaca surat Yusuf dan surat Maryam supaya jodoh Ananda mendekat. Pada hakikatnya semua doa itu bagus. Tergantung pada kemantapan dan keyakinan ananda terhadap do’a itu. Bila kita mantap dan yakin saat berdoa kepada Allah, insya Allah doa kita akan dikabulkan.

Selain itu, untuk menguatkan do’a, Ananda bisa melakukan nadzar. Misalnya, “saya nadzar kalau diberi jodoh, saya akan menyantuni 10 anak yatim”.

Kalaupun belum juga diberi jodoh, gunakanlah waktu Ananda untuk memperbanyak ibadah dan ngumpulkan sangu untuk rumah tangga maupun sangunya mati. Seba, tidak sedikit orang yang setelah berumah tangga tidak bisa lagi ibadah dengan tenang dan maksimal. Imam Nawawi, beliau juga tidak menikah tapi kitab karangannya lebih dari 40 kitab.

 

Suwargo Nunut Neroko Katut

Saya pernah mendengar istilah Suwargo nunut neroko katut, apa maksudnya? 03417337xxx

Jawab

Itu adalah istilah di masyarakat tentang eratnya hubungan suami istri. Hubungan itu tidak saja di dunia, bahkan bisa sampai akhirat. Maksud dari pernyataan itu adalah bahwa setiap laki-laki / suami memiliki tanggung jawab besar terhadap perempuan / istrinya. Para suamilah yang yang menjadi pemimpin dalam rumah tangga. Merah putihnya nasib keluarga juga menjadi tanggung jawab seorang kepala keluarga.

Karena tugas suami memang membimbing si istri menuju jalan yang diridhoi oleh Allah SWT.Di dalam al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Dan perintahkanlah keluargamu mendirikan sholat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. (Qs. Thoha: 132).

Kalau suaminya mendidik istri dan anaknya dengan baik, mengajak mereka beribadah, sehingga anak istrinya ikut beribadah maka istrinya akan ikut suaminya masuk surga. Jadi surganya istri katut nunut suami.

Sebaliknya kalu sang suami tidak bisa mendidik istri, bahkan dia berbuat munkar, lalu si istri ikut-ikutan tingkah laku suami yang tidak bagus, maka si istri pun bisa katut masuk neraka bersama suaminya. Namun bila si istri tidak mengikuti perilaku suaminya yang jelek, maka sang istri bisa masuk surga, istri tidak katut suami yang masuk neraka. Oleh karena itu, seorang istri yang punya suami kurang baik, semampunya mengingatkan suaminya. Y a mudah-mudahan kita semua dijadikan suami istri yang ahli surga. Masuk surga bersama-sama.

 

Ingin Terus Memondokkan Anak

Ass. Kyai saya seoarang pedagang di pasar besar . Penghasilan dari berdagang itu saya gunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga, dan juga biaya anak saya yang masih mondok. Saya ingin agar Rezeki saya lancar agar bisa terus memondokkan dan menyekolahkan anak? 0813334765xxx

Jawab

Wss. Anda patut bersyukur, karena sudah diberi ladang penghasilan. Apapun profesinya, asalkan dilakukan dengan baik insya Allah akan mendatangkan berkah. Supaya dagangan laris dan berkah yang harus kita lakukan antara lain:

Pertama, niat berdagang semata-mata karena Allah, jadi kita tidak murni mengejar materi. Ini yang penting, bahkan tidak hanya urusan berdagang. Urusan lainnya juga harus diniatkan ikhlas karena Allah. Jangan lupa untuk melaksanakan zakat kalau sudah sampai nishob, karena zakat itu bisa membersihkan harta kita.

Kedua, ulet dan tidak gampang putus asa. Berdagang itu memang butuh kesabaran. Sepi dan ramai adalah hal yang biasa dalam berdagang. Kalau pas sepi kita bersabar, kalau pas ramai kita syukuri. Rezeki ini sudah ada yang mengatur. Dan ingat, jangan sering pindah-pindah dalam melakukan usaha. Karena jika sering-sering berganti-ganti usaha itu sulit berhasil. Banyak contohnya orang yang tidak fokus usahnaya alias banyak bidang usaha yang dikerjakannya justru gagal usahanya

Ketiga, pedagang harus memperhatikan betul masalah penampilan. Jika kita melayani pembeli, ya kita mesem, biar pelanggan tertarik, barang kita juga harus dikemas dengan baik dan menarik

Keempat, menjaga kejujuran. Barang yang baik dikatakan baik, barang yang jelek harus dikatakan jelek, sehingga pembeli tidak kecewa. Orang yang jujur akan mujur.

Kelima, setelah ikhtiyar kita lakukan, kita tawakal kepada Allah. Sebelum mulai berdagang kita baca basmallah, menghitung uang kita dengan membaca alhamdulillah, sambil memohon kepada Allah agar dagangan kita laris

Keenam, bila kita masih mempunya orangtua jangan lupa untuk minta didoakan orangtua, karena doa mereka itu makbul. Dan jangan lupa, kalau orang tua butuh jangan pelit-pelit untuk membantnya.

Ketujuh, mintalah anak yang masih mondok itu untuk tidak putus-putus mendoakan anda agar rezekinya lancar.

 

Istri Yang Sumpek Tiap Hari

Ass. Saya seorang istri yang setiap hari dilanda sumpek sendiri. Setiap bulan, suami memberi nafkah yang tidak seimbang dengan kebutuhan dan pengeluaran. Dia tahunya beres. Tiap bulan isinya tetap gali lubang tutup lubang sampai terkadang saya bosan untuk menghadapi semua ini. Apa yang harus saya perbuat? 08523310xxxx

Jawab

Wss. Kalau memang nafkah yang diberikan oleh suami tidak mencukupi kebutuhan hidup sehari –hari mintalah izin kepada suami untuk membantu dalam mencari nafkah. Berikhtiyar untuk memperoleh rizki dengan cara yang halal. Agar kebutuhan hidup keluarga bisa tercukupi dan tidak hutang sana–sini. Seorang istri tidak boleh memaksakan keinginannya pada suami. Kalau memang kemampuan dan penghasilan suami pas-pasan ya bersabarlah dan dorong beliaunya untuk lebih bersemangat mencari nafkah.

Bila mendapatkan rizki, ibu harus pandai-pandai dalam mengatur keuangan. Sebab, saat memperoleh rizki kebanyakan orang itu terkadang mendahulukan keinginan daripada kebutuhan. Padahal, yang namanya keinginan nggak ada habisnya. Akibatnya, saat kebutuhannya belum tercukupi uangnya sudah habis demi menuruti keinginannya.

Kenapa ibu sumpek menghadapi semua ini?. Karena ibu mengosongkan hati ibu untuk mengingat Dzat Yang Maha Memberi Rizki (Ar-Rozzaq). Allah akan memberikan rizki kepada hamba-Nya bila seorang mau melakukan satu syarat. Yaitu bila ibu dan keluarga ibu mau bertaqwa yang sebenar-benarnya kepada Allah SWT. Dengan begitu niscaya rizki itu akan dikucurkan oleh Allah SWT. Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberinya rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka

« Older entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.