Tanya Jawab Hukum Islam

 Hukumnya Tato

Assalamu’alaikum. Bagaimana hukumnya tato, mohon dijelaskan. Semoga MU tambah oye. 081334551xxxx

Jawab:

Wassalamu’alaikum. Amin. Mudah-mudahan do’anya dikabulkan Allah, sehingga MU tambah baik dan bermanfaat.

Kita harus meyakini bahwa apa yang Allah berikan pada kita itulah yang terbaik untuk kita. Kita harus mensyukurinya, harus merawatnya serta menggunakannya untuk tujuan yang diridhoi Allah. Itulah yang dimaksud mensyukuri nikmat Allah yang sebenarnya.

Apa yang Allah berikan, karena itu yang terbaik ya jangan dirubah-rubah. Karena sesuatu yang sudah sempurna (normal) kalau dirubah malah tidak sempurna, nilainya semakin rendah. Siapa yang bisa menciptakan sesuatu yang melebihi ciptaan Allah. Oleh karena itu, segala upaya untuk merubah ciptaan Allah yang sudah baik dan normal, misalnya merubah gigi yang sudah baik, alis yang sudah baik, merubah kulit termasuk dengan ditato dilarang oleh agama. Karena hal itu merupakan bentuk ketidak syukuran atas nikmat Allah, bahkan terkesan menghina ciptaan Allah. Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an: …..Pati akan saya perintahkan mereka, mereka pasti akan mengubah ciptaan Allah…” (QS.An-Nisa:119)

Dalam hadits shohih, Rasulullah SAW memberi peringatan tentang larangan bertato, La’ana Rasulullahu shollollohu ‘alaihi wasallama al waasyimata wal muutasyimata wal waasyirah wal mustausyirah (Rasulullah SAW melaknat wanita yang menato dan minta ditato, yang memanggur dan yang minta dipanggur (menajamkan atau memendekkan gigi) (HR. Imam Muslim).

Tapo mendatangkan banyak kemudharatan. Merusak kulit, kesehatan serta image negatif di masyarakat, orang yang bertato dianggap orang yang rusak, suka berbuat jahat dan tidak berakhlak dsb. Tentu saja hal ini merugikan pelakunya dari sisi sosial, karena kurang dipercaya masyarakat. Oleh karena itulah Islam mengharamkan merubah ciptaan Allah termasuk tato.

Orang yang terlanjut bertato segera bertaubat, tidak mengulangi, menambah lagi. Syukur-syukur bisa mengajak temannya. Masalah ibadah wudhu, sholat tetap dilakukan meskipun ada tatonya. Jangan karena punya tato lantas tidak mau wudhu dan sholat.

 

Wanita Hamil Tidak Puasa

Assalamu’alaikum. Apakah boleh wanita hamil tidak berpuasa, karena tidak kuat dan khawatir dengan kesehatan dan keselamatan bayi. Apakah wajib fidyah atau cukup qodho saja?. 08564660xxxx

Jawab:

Wanita yang sedang hamil atau tidak menyusi boleh tidak puasa Raamadhan, demi kesehatan dirinya dan bayinya. Hanya saja, kalau masih sehat dan kuat untuk berpuasa lalu dia mokel (Berbuka) semata-mata demi kesehatan anaknya, maka setelah sempat dia diharuskan mengqodho puasanya dan membayar fidyah.

Dan apabila kesehatannya tidak memungkinkan, juga tidak kuat untuk berpuasa dan khawatir kalau tetap berpuasa akan berbahaya bagi kesehatannya, maka dia hanya diwajibkan mengqodho tanpa membayar fidyah. (At-Tadzhiib fii adillati matnil ghooyati wat-Taqriib, Bab As-Shiyam halaman 106)

 

Melampiaskan Hasrat

Jawab:

Apa hukumnya seorang laki-laki yang bekerja jauh dari istrinya, ketika sedang berhasrat dia melampiaskan dengan boneka. Dengan alasan daripasa zina. Apakah Allah SWT masih mengampuni orang yang melakukan masturbasi pad,ahal dia tahu itu perbuiatan dosa. 08573513xxxx dan 08161572xxxx

Jawab:

Islam telah mengatur bagaimana seorang laki-laki maupun perempuan menyalurkan hasrat syahwatnya yakni lewat pernikahan. Hasrat itu disalurkan pada pasangannya (suami istri), juga boleh disalurkan kepada hamba sahaya yang diperoleh dengan cara yang sah (dizaman kuno ketika masih ada perbudakan), selain itu (laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan atau lesbi atau suami istri tapi (maaf) yang dimasuki duburnya atau usaha sendiri (masturbasi atau onani) atau laki-laki dan perempuan di luar nikah (zina) itu semua dilarang oleh Al-Qur’an.

Di dalam al-Qur’an disebutkan salah satu sifat orang mukmin yang beruntung. Allah SWT berfirman: ..Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,kecuali terhadap istri-istri mereka dan (wanita) yang di bawah kekuasaannya. Barang siapa yang mencari selain itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas (QS. Al-Mukminun: 5-7)

Barang siapa yang mencari pemenuhan hasrat di luar hubungan suami istri yang sah, maka mereka termasuk orang yang melampaui batas, sedangkan perbuatan yang melewati batas hukumnya haram.

Dalam kitab Subulus Salam syarah Bulughul Maram, disebutkan penjelasan hadits; Ya ma’syaros syabab, manis tathoo’a minkumul baa-ata fal yatazawwaj, fainnahu aghoddu lil bashori wa ahshonu lilfarji. W a man lam yastathi’ fa’alaihi bisshoumi fainnahu lahuu wijaa-un. (Wahaipara pemuda, barang siapa diantara kalian yang mampu, maka hendaklah menikah, karena (pernikahan itu) lebih bisa mengendalikan pandangan dan enjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu (menikah) maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu jadi tameng bagi bagi dirinya).

Dalam hadits tersebut, kanjeng Nabi memberikan alternatif bagi yang belum ammpu menikah dengan berpuasa, bukan dengan jalan yang lain.

Memang jenis –jenis larangan di atas ada yang termasuk larangan berat (dosa besar) seperti zina, homo atau lesbi dan ada juga yang tingkat haram dan dosanya di bawah itu, termasuk masturbasi tetapi tetap saja hukumnya haram, pelakunya harus berhenti dan bertaubat.

 

Haidnya Molor

Assalamu’alaikum. Saya pemakai alat kontrasepsi IUD, sebelum memakai alat ini saya biasanya haidh tujuh hari, tapi sekarang bisa lebih dari sepuluh hari. Bagaimana dengan sholat saya, apakah setelah tujuh hari saja atau menunggu sampai bersih (selesai). 081233221xxx

Jawab:

Wassalamu’alaikum. Masa haidh bagi para wanita memang tidak sama. Tapi menurut para ulama, masa haidh itu minimal satu hari satu malam, umumnya tujuh hari dan paling lama lima belas hari. Bagi wanita yang mengalami haidh di atas tujuh hari, jangan langsung sholat, meskipun sebelum-sebelumnya hanya tujuh hari, tapi sholatnya tetap menunggu sampai betul-betul bersih, asalkan tidak melebihi lima belas hari. Kalau sudah lima belas hari kok masih keluar darah, maka mulai hari ke enam belas dia harus sholat. Darah yang keluar di atas lima belas disebut darah istihadhoh. Caranya setiap sholat harus membersihkan kemaluannya lalu wudhu untuk satu sholat satu kali wudhu, tidak bisa satu wudhu untuk dua sholat. Sebagaimana disebutkan dalam hadits: Seorang wanita sowan kepada kanjeng Nabi, ia berkata: “Wahai Rasulullah, saya sedang mengalami istihadhoh, apakah aku meninggalkan sholat?”. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya itu (istihadhoh) adalah keringat bukan haidh. Kalau haidh datang tinggalkanlah sholat,apabila telah selesai maka mandilah lalu sholat”. (HR. Bukhari Muslim) (At-Tadzhiib fii adillati matnil ghooyati wat-Taqriib, halaman 34-35)

 

Kurban Dulu atau Menabung Haji

Saya sedang niat beribadah haji dan sudah mulai menabung. Dan setiap Idul Adha kami biasanya berkurban. Apa sebaiknya tidak berkurban dulu agar kami dapat melunasi tabungan haji.

Jawab:

Alhamdulillah, Anda patut bersyukur karena sudah dsiberi kemampuan untuk nyelengi biaya ibadah haji. Berkaitan dengan posisi Anda saat ini, Anda tetap saja kurban sambil terus menabung semampunya. Kita diperintahkan melakukan amal yang sudah di depan mata (dalam hal ini berkurban). Jangan sampai amalan yang sudah di depan mata ditinggalkan hanya karena berharap bisa melakukan amalan yang masih jauh yang sekarang belum wajib hukumnya (karena belum istitho’ah /mampu) dan belum tentu bisa melakukan.

Selanjutnya, niat ibadah haji tetap ditanamkan tapi tetap melakukan hal-hal (ibadah) lain yang sudah bisa dilakukan, misalnya membantu orang yang butuh bantuan termasuk juga berkorban. Perlu diketahui bahwa ibadah haji itu diwajibkan apabila sudah istitho’ah dan yang dimaskud istitho’ah adalah adanya biaya (akomodasi dan transportasi), kondisinya sehat.

 

Nikah Beda Agama

Ass. Saya punya teman yang sebentar lagi melangsungkan pernikahan, tapi pasangan ini beda agama. Keduanya masih mempertahankan agamanya masing-masing. Rencananya, setelah menikah secara kristen, mereka akan menikah lagi secara Islam. Bagaimana hukumnya (081334451xxxx)

Jawab:

Pernikahan bagaimanapun caranya, misalnya dengan cara Islam atau cara kristen, kalau kedua calon itu sudah beda agama maka pernikahan tetap tidak sah. Sebab, yang penting itu bukan hanya bagaimana cara pernikahannya tapi syarat pernikahannya juga harus dipenuhi dahulu. Diantara syaratnya adalah kedua calon pengantin itu harus beragama Islam. Majelis Ulama Indonesia sudah mengeluarkan fatwa tentang haramnya nikah beda agama.

Di dalam al-Qur’anpun sudah dijelaskan larangan menikah dengan non msulim. Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak wanita yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman.. (QS. Al-Baqoroh:221)

Dalam ayat tersebut dinyatakan dengan tegas larangan menikah dengann orang musyrik. Dan dalam ayat yang lain, disebutkan bahwa orang-orang yang meyakini trinitas itu ternasuk musyrik lagi kafir. Allah SWT berfirman:

Sungguh telah kafir orang-orang yang mengatakan: “bahwasannya Allah adalah salah satu dari yang tiga”. Padahal sesekali tiada Tuhan (yang berhak disembah) selainn Tuhan Yang Esa. (QS. Al-Maidah: 72-73).

 

Kenapa Disunnahkan Aqiqah

Assalamu’alaikum. apakah manfaat aqiqah dan apa pengaruh terhadap perkembangan fisik maupun mental seorang anak? Dan hukumnya bagaimana bila tidak mampu? Terimakasih (03418160xxx).

Jawab :

Wa’alaikum salam. Aqiqah merupakan salah satu syari’at Islam. Dalil disyari’atkannya aqiqah adalah hadis nabi s.a.w., antara lain: “Dari Ibnu Abbas r.a., sesungguhnya Rasulullah SAW mengaqiqahkan (cucunya) Hasan dan Husein dengan masing-masing satu kambing” HR. Abu Dawud. Dalam hadits yang lain disebutkan;“Dari Aisyah r.a., sesungguhnya Rasulullah s.a.w. memerintahkan kepada para sahabat untuk mengaqiqahkan anak laki-lakinya dengan dua kambing yang besar dan anak perempuan satu kambing” HR. al-Tirmidzi, dan menurutnya hadis ini shahih.

Dari Samurah r.a., Nabi SAW bersabda: “Setiap anak digadaikan dengan aqiqahnya, yang disembelih untuknya pada hari ke 7 kelahirannya, dan dicukur rambutnya dan diberi nama” HR. Ahmad, dan dianggap shahih oleh at-Tirmidzi.

Perlu kita yakini bahwa setiap yang disyariatkan oleh Allah SWT pasti akan membawa manfaat bagi yang melaksanakannya, termasuk aqiqah. Para ulama telah mengungkap berbagai hikmah dari aqiqah, misalnya sebagaimana yang diuraikan oleh Imam ar-Ramli, salah satu ulama besar mazhab Syafi’iyyah, dalam kitabnya Nihayah al-Muhtaj syarh al-Minhaj: “Hikmah dari aqiqah adalah untuk menampakkan rasa gembira dan rasa syukur atas nikmat yang telah dianugerahkan. Dan untuk menyiarkan kepada publik tentang adanya ikatan nasab (antara orang tua dan anak yang dilahirkan)”

Keterangan Imam ar-Ramli tersebut menegaskan bahwa selain sebagai ungkapan rasa syukur orang tua atas nikmat dianugerahi seorang anak, aqiqah juga dapat menjadi media untuk mengumumkan kepada publik bahwa anak yang telah dilahirkan tersebut adalah bagian dari keluarga tersebut. Dengan begitu, kalau di kemudian hari jika ada perkara perdata, misalnya masalah waris ataupun pernikahan, maka publik bisa menjadi saksi dari hal tersebut. Tentu saja ini sangat bermanfaat bukan saja bagi orang tua, tapi juga bagi si anak.

Perlu saya sampaikan bahwa aqiqah, sebagaimana uraian di atas, hukumnya adalah sunnah. Artinya, bagi orang yang tidak mempunyai kelebihan dana untuk beraqiqah, maka tidak usah dipaksakan, misalnya dengan meminjam. Allah SWT tidak mentaklifkan (membebankan) sesuatu kecuali sesuai kemampuanya.

Di samping itu, kalau belum mampu diaqiqahkan pada saat umur 7 hari, maka boleh dilaksanakan setelah itu, ketika kondisi keuangan sudah memungkinkan. Bahkan kalau misalnya orang tua belum mampu mengaqiqahkan anaknya sampai orang tua tersebut meninggal, maka juga tidak berdosa. Si anak setelah besar dan mampu tetap disunnahkan untuk mengaqiqahkan dirinya, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

 

Bingung Menentukan Arah Qiblat

Assalamu’alaikum. Mohon dijelaskan cara menentukan arah qiblat jika kita akan melakukan sholat di rumah. (03417386xxx).

Jawab :

Wa’alaikum salam. Menghadap kiblat (istiqbal al-qiblah) dan mengetahui masuknya waktu shalat (al-‘ilm bi dukhul al-waqt) merupakan salah satu syarat sahnya shalat, sehingga shalat tidak sah tanpa memenuhi kedua hal tersebut. Namun demikian, ketentuan tersebut tidaklah mutlak harus dilaksanakan dalam segala keadaan. Agama Islam adalah agama yang sangat fleksibel, karena sangat memperhatikan kondisi umatnya dalam melaksanakan segala ketentuan yang ada. Oleh karenanya dalam keadaan tertentu, ketentuan syariah yang sudah ada dapat berubah hukumnya. 

Tentang keharusan mengarah kiblat dijelaskan dalam al-Qur’an: Dan dari mana saja kamu keluar (datang), Maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram (QS. al-Baqarah: 149).

Namun demikian, ketika ketentuan tersebut sulit untuk dilakukan, misalnya karena tidak tahunya arah kiblat secara tepat sebagaimana yang anda alami, maka dalam hal ini ketentuan tersebut boleh untuk tidak dilaksanakan.

Namun sebelumnya terlebih dahulu harus dilakukan usaha untuk mencari tahu tentang arah kiblat yang benar. Untuk menentukan arah kiblat, ada beberapa cara atau langkah yang jadi pilihan. Kalau di lingkungan itu ada musholla atau masjid maka qiblatnya cukup mengikuti arah kiblat masjid atau musholla tersebut (dengan cara mengkira-kira). Bisa juga mengundang ahli hisab untuk menghitung atau menentukan arah kiblat di musholla rumahnya. Atau cukup dengan membeli kompas. Kalau wilawayahnya normal (tahu benar mana barat dan timur, maka setelah tahu mana barat secara persis maka arahnya diarahkan ke samping kira-kira 21 derajat.

Selain itu, Anda juga bisa bertanya kepada orang yang dapat dipercaya. Tapi, kalau waktu shalat sudah hampir habis anda cukup mengira-ngira saja arah kiblat yang anda yakini benar. Kemudian shalatlah dengan menghadap kiblat sebagaimana hasil ijtihad tersebut. Walaupun ternyata arah tersebut tidak mengarah ke kiblat secara benar, akan tetapi shalatnya tetap dianggap sah, berdasarkan hadits Rasul SAW:

Abu Hurairah r.a. berkata: Rsulullah SAW bersabda: “Antara arah timur dan arah barat adalah kiblat”. HR. Tirmidzi dan Bukhari.

Misalnya al-Imam an-Nawawi menjelaskan dalam kitabnya al-Majmu’ Syarh al-Muhazzab sbb: “Jika orang yang berada jauh dari ka’bah tidak mengetahui arah kiblat, dan tidak menemukan mihrab (untuk dijadikan pedoman arah kiblat), dan juga tidak menemukan orang yang dapat memberitahu arah kiblat, maka ia harus melakukan ijtihad, yaitu berusaha mengira-ira arah kiblat, kemudian melaksanakan shalatnya dengan menghadap kiblat hasil ijtihadnya tersebut

About these ads

1 Komentar

  1. ayu said,

    September 10, 2008 at 4:03 am

    saya seneng sekali dapat mendapatkan ilmu tambahan melalui ini….tapi saya ingin sekali bkonsultasi jg…pa bener alamt konsultasinya mediaummat.wordpress.com
    mohn bantuannya.terimakasih banyk


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: